Wisata Tangerang

Wisata Palem Desa Bunar Menyajikan Suasana Desa Tanpa Perlu Jauh-jauh Keluar Kota

Kebun palem di tepi persawahan di Desa Bunar Kabupaten Tangerang laris keras dikunjungi pelancong pada libur panjang akhir Oktober.

Editor: AC Pinkan Ulaan
Warta Kota/Andika Panduwinata
Hammock menjadi nilai tambah Taman Palem di Desa Bunar, Kecamatan Sukamulya, Kabupaten Tangerang. 

WARTA KOTA TRAVEL -- Adanya imbauan agar jangan berlibur ke luar kota, membuat warga memilih objek wisata yang dekat-dekat saja di libur panjang akhir Oktober ini.

Salah satunya adalah tempat wisata teranyar di Tangerang, yang sekarang sedang viral di jagat maya.

Namanya Wisata Palem, yang terletak di Desa Bunar, Kecamatan Sukamulya, Kabupaten Tangerang.

Piknik di bawah pohon palem dengan memandang sawah, di Wisata Palem Desa Bunar, Kamis (29/10/2020).
Piknik di bawah pohon palem dengan memandang sawah, di Wisata Palem Desa Bunar, Kamis (29/10/2020). (Warta Kota/Andika Panduwinata)

Tempat itu dijejali para pelancong pada Kamis (29/10). Boleh jadi ini dampak dari viral di jagat media sosial itu.

Suasana desa

Taman yang berlokasi di area pesawahan ini menawarkan suasana khas pedesaan yang damai dan santai.

Mungkin itu pula yang membuatnya dikunjungi banyak orang, karena biarpun letaknya tak jauh dari kota besar, tapi suasananya sudah berbeda jauh.

Bahkan acara perpisahan pegawai kecamatan juga digelar di sini.

Objek wisata tersebut saat ini dinamakan Wisata Palem. Wwarga setempat sih menyebutnya Taman Palem Indah.

Meski terbilang baru dan destinasi wisata lokal, objek wisata ini berhasil menarik wisatawan dari luar Kecamatan Sukamulya.

Kebanyakan pengunjung menyatakan mereka ingin melihat secara langsung keindahan pemandangan alam nan alami di tempat ini.

Berawal dari selfie

"Kalau awal-awal kebanyakan dari warga sekitar sini. Cuma karena mungkin banyak di-upload ke Facebook dan media sosial lainnya, banyak yang dari luar desa penasaran ingin melihat ke sini," kata Atik, selaku pengelola Taman Palem pada Kamis (29/10/2020).

Atik menceritakan awal-mula Taman Palem menjadi kondang, yaitu karena kerap dipakai untuk tempat berswafoto.

Ke mana lagi foto-foto selfie itu dipajang, kalau bukan media sosial.

Akhirnya tempat ini menjadi tempat wisata dadakan, alias tidak ada perencanaan sebelumnya.

Lama-lama pengunjung menggelar tikar alias piknik di sana. Mereka biasanya berkunjung pada akhir pekan.

"Meskipun tidak ada wahana mainan, namun tidak menyurutkan orang datang ke sini. Karena di sini tersedia ayunan (hammock)," ucap Atik.

Masih gratis

Pengunjung yang ingin berwisata tidak ditarik biaya tiket masuk.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved