Ibadah Umrah

Protokol Karantina bagi Jemaah Umrah dari Luar Arab Saudi

Protokol karantina sudah diumumkan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi, yang akan diterapkan hotel-hotel tempat karantina.

Pixabay/jakman1
Ilustrasi: Deretan bangunan hotel di sekitar Masjidil Haram. 

Sedangkan imbauan bagi para jemaah, mereka harus mengunduh aplikasi Eatmarna sebab jadwal ibadah untuk kelompok mereka disampaikan lewat aplikasi itu.

Para jemaah harus disiplin mengikuti jadwal tersebut, yang akan mengatur waktu jemaah melakukan umrah dan salat di Masjidil Haram.

Kipas angin yang juga menyemburkan air untuk menyejukkan udara di Masjidil Haram.
Kipas angin yang juga menyemburkan air untuk menyejukkan udara di Masjidil Haram. (Twitter/ReasahAlharmain)

Ihram

Sementara, dalam artikel yang dilansir Arab News disebutkan, jemaah diimbau jangan memakai Ihram dulu begitu tiba di Arab Saudi.

Menurut Dr Amr Al-Maddah, chief planning and strategy officer di Kementerian Haji dan Umrah, jemaah akan melakukan karantina selama 3 hari dulu.

Baru setelah rampung karantina 3 hari, jemaah diangkut dengan kendaraan yang sudah disiapkan khusus bagi mereka, ke Miqat terdekat. Baru di sana jemaah mengganti baju dengan Ihram.

Dalam artikel itu, Al-Maddah juga menjelaskan bahwa Saudi Center for Disease Prevention and Control (Weqaya) belum mengumumkan negara mana saja yang sudah boleh mengirim jemaahnya untuk berumrah.

Weqaya akan memantau situasi pandemi Covid-19 di negara tersebut, lalu memberi tahu persyaratan khusus bagi negara tersebut bila ingin memberangkatkan jemaahnya.

Al-Maddah memastikan bahwa pihaknya berkomunikasi rutin dengan otoritas penyelenggara umrah di setiap negara.

Ikuti kami di
Penulis: AC Pinkan Ulaan
Editor: AC Pinkan Ulaan
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved