Ibadah Umrah

Protokol Karantina bagi Jemaah Umrah dari Luar Arab Saudi

Protokol karantina sudah diumumkan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi, yang akan diterapkan hotel-hotel tempat karantina.

Penulis: AC Pinkan Ulaan
Editor: AC Pinkan Ulaan
Pixabay/jakman1
Ilustrasi: Deretan bangunan hotel di sekitar Masjidil Haram. 

WARTA KOTA TRAVEL -- Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi terus mempersiapkan protokol umrah yang baru, menjelang kedatangan jemaah internasional mulai 1 November 2020.

Sebagaimana diwartakan Saudi Gazette, salah satunya berkaitan dengan sarana akomodasi yang akan digunakan sebagai tempat karantina selama 3 hari.

Untuk diketahui, salah satu protokol umrah yang baru adalah kewajiban karantina selama 3 hari begitu jemaah intenasional tiba di Arab Saudi.

Petugas voluntir (rompi hijau) di Masjidil Haram mengarahkan jemaah. Jawatan Tinggi Pemelihara Dua Masjid Suci merekrut banyak tenaga voluntir menjelang pembukaan kembali ibadah umrah bagi jemaah internasional.
Petugas voluntir (rompi hijau) di Masjidil Haram mengarahkan jemaah. Jawatan Tinggi Pemelihara Dua Masjid Suci merekrut banyak tenaga voluntir menjelang pembukaan kembali ibadah umrah bagi jemaah internasional. (Twitter/ReasahAlharmain)

Menurut Muhammad Al-Quraishi, seorang anggota komite nasional untuk Haji dan Umrah, ada lebih daro 1.800 hotel dan 250.000 rumah sewa di Mekah, termasuk apartemen dan kamar sewa.

Hotel berbintang 3 sampai 5 harus menerapkan standar tertinggi dari prorokol pencegahan dan kewaspadaan ini. Tujuannya tentu saja untuk mencegah penyebaran virus corona 2 selama tamu menginap.

"Dengan dimulainya fase 3 pada hari Minggu besok, sekitar 30-40 persen hotel di wilayah pusat Haram dan dekat Masjidil Haram akan beroperasi kembali," katanya sebagaimana dilansir Saudi Gazette.

Protokol karantina

Hotel-hotel itu harus memiliki paket karantina selama 3 hari, berupa kamar untuk menginap 3 malam dan makan serta minuman tiga kali sehari.

Pihak hotel juga harus menugaskan satu karyawan khusus untuk melayani satu kelompok. Mulai dari menerima kelompok jemaah itu dari mulai kedatangan, sampai mereka meninggalkan hotel setelah masa karantina selesai.

Para karyawan harus sudah lulus pelatihan protokol pencegahan dan kewaspadaan itu.

Pihak hotel juga harus melaporkan setiap hari jumlah jemaah yang melakukan karantina di tempatnya, melalui sarana elektronik yang disiapkan oleh pihak Kementerian.

Hotel-hotel juga jarus menyapkan 10 persen dari jumlah kamarnya sebagai ruang isolasi, bila menemukan jemaah yang menunjukkan gejala Covid-19.

Orang itu harus tinggal di ruang isolasi, sampai petugas Kementerian Kesehatan Arab Saudi selesai melakukan pemeriksaan.

Satu kamar hotel hanya boleh diisi oleh dua orang paling banyak.

Meskipun tamu hotel itu adalah satu keluarga, pihak hotel harus memastikan bahwa mereka tetap harus menjaga jarak fisik sedikitnya 1,5 meter.

Para jemaah yang sedang dalam proses karantina tak boleh keluar kamar, apalagi jalan-jalan keluar hotel selama masa itu.

Karena itu pihak hotel harus menyiapkan semua keperluan tamu karantina.

Selain itu pihak hotel harus menempatkan petugas keamanan, untuk memastikan tamu karantina menaati aturan.

Hotel juga tak boleh menyajikan makanan secara prasmanan di restoran, dan harus menaati protokol aktivitas restoran yang telah dikeluarkan Kementerian Kesahatan.

Harus mengunduh Eatmarna

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved