Seberapa Murah Harga Tiket Pesawat, Setelah Kebijakan Penghapusan PSC berlaku

Stimulus berupa berupa pembebasan pajak bandara ini disambut gembira oleh pihak PT Angkasa Pura II. Diyakini stimulus itu akan mendorong pemulihan

Istimewa/Angkasa Pura II
Pesawat Garuda Indonesia sedang taxi di Bandara Internasional Soekarno Hatta. 

WARTA KOTA TRAVEL -- Kebijakan Pemerintah Republik Indonesia menghapuskan pajak bandara untuk sementara waktu, di 13 bandara di Indonesia, dipastikan akan membuat harga tiket pesawat terbang lebih murah.

Pasalnya, pajak bandara, atau secara resmi disebut dengan nama assenger Service Charge (PSC) dan tarif Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJP2U), adalah salah satu komponen tarif yang menghasilkan harga tiket penerbangan.

Kebijakan ini sudah dimulai pada 23 Oktober, dan berakhir pada 31 Desember 2020 pukul 23.59 Waktu Indonesia Barat (WIB).

Pembebasan PSC di bandara-bandara ini sesuai dengan kesepakatan yang ditandatangani pada Jumat (23/10), oleh President Director PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin dan Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Novie Riyanto, beserta stakeholder lainnya.

Seberapa murahnya?

Pastinya akan muncul pertanyaan, seberapa murah harga tiket pesawat tanpa komponen PSC ini.

Jawabannya berbeda-beda, tergantung bandara keberangkatan dan bandara tujuan.

Misalnya saja, tarif PSC untuk Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, berdasarkan siaran pers dari PT Angkasa Pura II, sebesar Rp 130.000.

Sementara tarif PSC Terminal 2 bandara ini sebesar Rp 85.000.

Tarif PSC Bandara Halim Perdanakusuma lebih murah lagi, yakni Rp 50.000.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Editor: AC Pinkan Ulaan
Sumber: Warta Kota
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved