Wisata lokal

Bojonggede Bisa Jadi Lokasi Wisata Belanja Produk Lokal

Wisata belanja bukan berarti harus belanja di mal, sebab wisata belanja juga bisa dengan mendatangi sentra UMKM. Misalnya yang terdapat di Bojonggede.

Editor: AC Pinkan Ulaan
Tribunnews Bogor/Yudistira Wanne
Kunjungan Tommy Kurniawan ke UMKM di Kecamatan Bojonggede. 

WARTA KOTA TRAVEL -- Ada imbauan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, agar warganya tidak liburan jauh-jauh pada libur panjang 28-31 Oktober 2020 besok.

Permintaan itu memang masih berkaitan dengan pandemi Covid-19, yang memang masih meraja-lela di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Sudah pasti banyak yang jadi bingung, mencari tempat jalan-jalan yang tidak jauh-jauh untuk mengisi liburan selama 5 hari itu?

Bagaimana bila berwisata ke Bojonggede di Kabupaten Bogor? Letaknya tidak jauh dari Jakarta, antara Kota Depok dan Kota Bogor.

Wisata belanja

Bojonggede memang tidak kondang sebagai destinasi wisata konvensional, karena memang sektor pariwisata baru mulai dilirik pemerintah setempat.

Namun, untuk sekadar wisata belanja produk lokal, sudah bisalah Bojonggede untuk jadi tujuan.

Mantan aktor sinetron, yang sekarang menjadi anggota DPRI RI, Tommy Kurniawan, pun memuji kualitas produk hasil kaya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kecamatan Bojonggede.

"Saya menilai kemajuan UKM yang ada di Kecamatan Bojonggede ini cukup baik. Produk-produknya juga berkualitas dan bisa dinikmati, cukup enak ya. Ini kan berkat dukungan bersama-sama mulai dari Forum UMKM, pemerintah provinsi dan daerah," ujarnya.

Anggota Komisi VI DPR RI ini berkunjung ke Bojonggede pada Kamis (22/10/2020), memantau langsung perkembangangan UMKM di sana.

Politisi dari Fraksi PKB itu mendatangi empat lokasi UMKM di Kecamatan Bojonggede, yakni Galeri UMKM Desa Bojonggede untuk mencicipi dodol, tempat produksi sambal bermerek Mbak Narmi di Desa Waringin Jaya, sentra konveksi dan garmen di Desa Susukan, serta Kampung Cukur di Kampung Balong Desa Bojonggede.

Tommy merespon positif kemajuan UMKM di Desa Bojonggede yang dinilai kreatif dan inovatif.

"Dengan bergandengan tangan seperti ini, kita bisa menciptakan ekonomi masyarakat yang baik, dan masyarakat yang kuat. Karena suatu negara bisa maju dan bertahan itu karena ekonomi masyarakat yang kuat," katanya.

Menyikapi pertumbuhan pesat UMKM saat pandemi, Tommy membeberkan bahwa itu merupakan suatu hal yang positif.

Sinergi

Menurut Tommy, UMKM yang sudah ada tersebut perlu bersinergi dengan semua elemen.

"Ini justru menjadi perhatian kita. Bukan hanya di Kabupaten Bogor, kemarin saya ke NTB, Lampung, Jawa Timur, memang ini menjadi suatu tren yang luar biasa," katanya.

"Produk-produk UKM diberbagai daerah itu meningkat saat pandemi. Mereka yang tidak bisa produksi menjadi bisa. Kita berupaya untuk membuat mereka menjadi efisien," tambahnya.

Sebagai solusi permodalan, Tommy menjelaskan bahwa beberapa waktu lalu pemerintah melalui BUMN berusaha untuk memenuhi pelaku UMKM agar lebih maju dan kreatif.

"Kemarin kita di beberapa provinsi memanggil pihak terkait. Kalau di NTB kita undang BUMN seperti Bank BNI. Ternyata penyaluran modal di sana melebihi dari targetnya 109 persen. Itu kan melebihi dan berjalan dengan baik," katanya.

"Saya berharap dukungan di tempat lain juga bisa sampai. Artinya BUMN saat ini sedang mengintegrasikan bantuan untuk IKM usaha mikro. Jadi kalau platform-nya sudah jadi, Komisi VI DPR RI mendorong agar bisa sampai di masyarakat," tandasnya. (Yudistira Wanne)

Sumber: Tribun Bogor
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved