Warga DKI Diimbau Tak Bepergian ke Luar Kota pada Libur Panjang Akhir Oktober

Warga DKI Jakarta diharapakan tak berlibur ke luar kota, pada libur panjang di akhir Oktober nanti.

Editor: AC Pinkan Ulaan
Warta Kota/Andika Panduwinata
Pengendara mobil mengambil karcis di gerbang tol. 

Sekitar sepekan setelah hari terakhir libur panjang itu, Minggu (30/8/2020), jumlah pertambahan kasus harian Covid-19 langsung melonjak menjadi 1.114 orang.

Angka itu menjadi rekor pertambahan kasus harian tertinggi, dalam sejarah Covid-19 di DKI Jakarta.

“Perlu kami sampaikan, yang harus digaris bawahi, khususnya warga Jakarta, kita mengalami dua kali peningkatan yang signifikan di bulan-bulan lalu, yang disebabkan adanya libur panjang karena warga Jakarta banyak yang keluar daerah,” kata Ariza pada Selasa (20/10/2020).

Dengan alasan itulah Ariza mengimbau warga DKI Jakarta untuk menahan diri tak pergi keluar daerah Jabodetabek.

Alih-alih keluar kota memicu kerumunan orang, hendaknya warga tetap beraktivitas di Ibu Kota, terutama di dalam rumah dengan mengisi waktu bersama keluarga.

“Kami mengimbau dan meminta pada libur panjang di akhir Oktober ini, kurang lebih ada libur panjang sampai lima hari. Ya sedapat mungkin warga Jakarta tidak keluar kota,” ujar Ariza.

Menurut politisi Partai Gerindra itu, warga Jakarta harus belajar dari pengalaman lonjakan kasus Covid-19 setelah libur panjang beberapa waktu lalu.

Membahayakan orang lain

Pesan Ariza ini bukan berarti pemerintah daerah lepas tangan bila terjadi lonjakan kasus.

Namun alangkah baiknya, warga menahan diri demi kepentingan bersama. Apalagi selama ini liburan keluarga tidak hanya diikuti orang berusia produktif, namun juga diikuti anak-anak di bawah usia 9 tahun dan orang lanjut usia (lansia) di atas 60 tahun.

Sumber: Warta Kota

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved