Warga DKI Diimbau Tak Bepergian ke Luar Kota pada Libur Panjang Akhir Oktober

Warga DKI Jakarta diharapakan tak berlibur ke luar kota, pada libur panjang di akhir Oktober nanti.

Editor: AC Pinkan Ulaan
Warta Kota/Andika Panduwinata
Pengendara mobil mengambil karcis di gerbang tol. 

WARTA KOTA TRAVEL -- Tanggal merah di kalender selalu disambut dengan gembira, apalagi yang berpotensi menjadi akhir pekan panjang.

Nah, di akhir Oktober ini adatanggal merah di hari Kamis, tepatnya tanggal 29 Oktober.

Pemerintah Republik Indonesia, melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, serta Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), memutuskan memberi cuti bersama dua hari di tanggal itu.

Cuti bersama itu ada di tanggal 28 dan 30 Oktober, yang merupakan hari Rabu dan Jumat, sehingga masyarakat memiliki 5 hari libur bila digabung dengan libur akhir pekan.

Enaknya sih, libur lima hari itu digunakan untuk jalan-jalan ke luar kota.

Sayangnya, saat ini masih dalam situasi pandemi Covid-19, sehingga Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, meminta warga Ibu Kota tak bepergian keluar kota dulu saat libur panjang di akhir Oktober 2020 tersebut.

Memicu kenaikan kasus

Politisi Partai Gerindra ini mengaku khawatir, bepergian keluar daerah itu akan memicu peningkatan kasus Covid-19 lagi di Jakarta, saat warga kembali ke Jakarta.

Hal itu dikatakan Ariza karena berkaca kepada pengalaman kasus harian Covid-19 di Jakarta, setelah ada hari libur yang panjang di pertengahan Agustus lalu.

Libur panjang itu berlangsung pada 16-22 Agustus 2020, karena ada libur HUT RI dan Tahun Baru Islam.

Sekitar sepekan setelah hari terakhir libur panjang itu, Minggu (30/8/2020), jumlah pertambahan kasus harian Covid-19 langsung melonjak menjadi 1.114 orang.

Angka itu menjadi rekor pertambahan kasus harian tertinggi, dalam sejarah Covid-19 di DKI Jakarta.

“Perlu kami sampaikan, yang harus digaris bawahi, khususnya warga Jakarta, kita mengalami dua kali peningkatan yang signifikan di bulan-bulan lalu, yang disebabkan adanya libur panjang karena warga Jakarta banyak yang keluar daerah,” kata Ariza pada Selasa (20/10/2020).

Dengan alasan itulah Ariza mengimbau warga DKI Jakarta untuk menahan diri tak pergi keluar daerah Jabodetabek.

Alih-alih keluar kota memicu kerumunan orang, hendaknya warga tetap beraktivitas di Ibu Kota, terutama di dalam rumah dengan mengisi waktu bersama keluarga.

“Kami mengimbau dan meminta pada libur panjang di akhir Oktober ini, kurang lebih ada libur panjang sampai lima hari. Ya sedapat mungkin warga Jakarta tidak keluar kota,” ujar Ariza.

Menurut politisi Partai Gerindra itu, warga Jakarta harus belajar dari pengalaman lonjakan kasus Covid-19 setelah libur panjang beberapa waktu lalu.

Membahayakan orang lain

Pesan Ariza ini bukan berarti pemerintah daerah lepas tangan bila terjadi lonjakan kasus.

Namun alangkah baiknya, warga menahan diri demi kepentingan bersama. Apalagi selama ini liburan keluarga tidak hanya diikuti orang berusia produktif, namun juga diikuti anak-anak di bawah usia 9 tahun dan orang lanjut usia (lansia) di atas 60 tahun.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved