Liburan seleb

Mengenal Antartika, yang Bakal Menjadi Destinasi Bulan Madu Nikita Willy dan Indra Priawan

Nikita Willy dan Indra Priawan disebut-sebut akan berbulan madu ekstrem ke Antartika. Seperti apa sih destinasi ini.

Penulis: AC Pinkan Ulaan
Editor: AC Pinkan Ulaan
By Jason Auch - originally posted to Flickr as IMG_0760, CC BY 2.0, https://commons.wikimedia.org/w/index.php?curid=9703652
Penguin Adelie di Antartika 

Selama ini, dua tempat pertama adalah pelabuhan keberangkatan yang paling populer untuk menuju Antartika.

Sementara dua yang disebut terakhir kurang populer, karena membutuhkan waktu lebih lama untuk tiba di wilayah Antartika.

Sebagaimana dilansir Lonely Planet, dari dua tempat di ujung Amerika Selatan itu hanya membutuhkan waktu dua sampai tiga hari untuk mencapai semenanjung utara Antartika.

Lautan berbahaya

Hanya saja perjalanan itu melewati Drake Passage, yang merupakan salah satu laut paling berbahaya di dunia.

Pasalnya, wilayah lautan yang bentangannya kurang dari 1.000 kilometer itu menjadi pertemuan arus dari Samudra Atlantik, Samudra Pasifik, dan Lautan Selatan.

Bahkan beberapa situs internet menyatakan arus dari Samudra India ikut  nimbrung di sini.

Entah benar atau tidak, yang pasti ombak di selat antara Cape Horn dan semenanjung utara Antartika itu tinggi dan bergulung-gulung.

Alhasil setiap kapal yang melewati selat ini akan diayun naik-turun, bagaikan permainan roler coaster di taman hiburan. Maka munculah sebutan Drake Shake  untuk pengalaman ini.

Menariknya, meski berbahaya namun perjalanan melewati Drake Passage ini adalah salah satu atraksi yang ditunggu para wisatawan yang menuju Antartika. 

Terang bulan di Amundsen–Scott South Pole Station. Terlihat pula cahaya Aurora di langit.
Terang bulan di Amundsen–Scott South Pole Station. Terlihat pula cahaya Aurora di langit. (By Photo by Chris Danals, National Science Foundation - [1], Public Domain, https://commons.wikimedia.org/w/index.php?curid=575690)

Hening

Namun Drake Passage bukanlah atraksi utama yang membuat orang-orang datang ke Antartika.

Banyak orang yang pernah ke sana mengatakan menemukan pengalaman yang tak ada duanya.

Salah satu hal yang paling menonjol adalah keheningan yang menenangkan.

Hening yang dimaksud di sini bukan tak ada suara sama sekali, melainkan karena tak ada suara bising seperti di perkotaan.

Ya iyalah, Antartika adalah benua tanpa kota. Yang ada di sana hanya stasiun penelitian milik beberapa negara, yang lokasinya saling berjauhan.

Suara mesin yang terdengar hanya derum mesin kapal yang mereka tumpangi.

Selain itu suara kecipak air laut, ombak yang membentur badan kapal, serta suara keretek lempengan es yang pecah.

Kadang ada pula suara burung-burung laut seperti albatross yang sedang melintas.

Konon suara yang paling keras di Antartika adalah suara gletser besar yang tercebur ke laut. Berdebum seperti pohon tumbang.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved