Dicky Sumarsono: Tangkas dan Kreatif Kunci Kebangkitan Bisnis Perhotelan

Dicky Sumarsono optimistis sektor perhotelan akan bangkit, setelah didera krisis akibat pandemi Covid-19.

Editor: AC Pinkan Ulaan
Istimewa
Dicky Sumarsono, pengamat bisnis perhotelan dan Chief Executive Officer (CEO) Azana Hotel & Resort‎. 

Dua tipe

Sebagai pelaku dan juga pengamat, Dicky berpendapat bisnis hotel akan terbagi menjadi dua tipe.

Pertama adalah hotel yang sudah hampir selesai masa bertahan, dan saat ini sedang melakukan persiapan untuk menuju rebound 80-90 persen di bulan November – Desember 2020.

Lalu pada Februari 2021, jenis yang ini bisa rebound 100 persen, sehingga dinamakan agile (tankas) hotel.

Sedangkan jenis yang kedua adalah hotel yang agak sulit beradaptasi dengan situasi krisis saat ini.

Hotel yang selalu membahas masalah dari pada solusi, dan saat ini masih berada di periode berdarah-darah dan mencoba bertahan.

Jenis yang ini termasuk yang tidak lincah, dan sangat lambat dalam merespons perubahan global, sehingga Dicky memperkirakan kembali ke situasi sebelum pandemi) sekitar bulan Mei 2021.

Hotel tipe kedua ini yang disebutnya standard hotel.

"Bagaimana pun juga saya tetap meyakini pasar hotel di Indonesia itu besar sekali, jadi tidak perlu ada yang dikhawatirkan. Apalagi Indonesia memiliki potensi 270 juta jiwa, yang 50 persen adalah kelas menengah, yang memiliki kebiasaan mobilitas tinggi dan hobi berkegiatan dan konsumtif," katanya.

"Jadi jika sektor UMKM terus didorong oleh pemerintah untuk diperkuat mesin ekonominya, maka saya yakin sekali ini akan menjadi salah satu indikator bisnis hotel untuk lebih bergairah. Ditambah dengan belanja pemerintah," kata Dicky.

Pengusaha ini telah merilis buku ‎berjudul Winning Competition: New Business Model for Hotel Industry dan Dasyatnya Bisnis Hotel di Indonesia & Luar Biasanya Bisnis Restoran di Indonesia. (Ign Agung Nugroho)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved