Dicky Sumarsono: Tangkas dan Kreatif Kunci Kebangkitan Bisnis Perhotelan

Dicky Sumarsono optimistis sektor perhotelan akan bangkit, setelah didera krisis akibat pandemi Covid-19.

Istimewa
Dicky Sumarsono, pengamat bisnis perhotelan dan Chief Executive Officer (CEO) Azana Hotel & Resort‎. 

Dia mengatakan, sejak pandemi ini muncul sekitar Februari 2020, Azana sudah melakukan banyak persiapan, termasuk menyikapi dinamika perubahan global.

"Kami melihatnya di dalam setiap ancaman selalu ada peluang, dan tentunya peluang tersebut akan datang pada mereka yang punya persiapan, mau berubah, mau susah, mau beradaptasi, dan siap berkompetisi," katanya.

"Jadi sejak awal saya memberikan arahan secara terus menerus tanpa henti kepada seluruh GM (General Manager) Azana di seluruh Indonesia, untuk mempunyai jiwa pejuang yang tinggi. Tidak hanya sekedar profesional dan produktif, tetapi juga harus memiliki mesin kreativitas dan entrepreneurship di dalam diri," kata Dicky lagi.

Dia mencontohkan, seperti memulai dari mengubah bisnis model yang ada di hotel, menciptakan sumber pendapatan baru, melakukan terobosan program-program yang bisa lebih melibatkan konsumen.

Menekan biaya

Selain itu juga melakukan menekan biaya (cost leadership strategy) secara besar-besaran, namun tetap terukur dan wajar, fokus kepada solusi serta peluang bukan masalah.

"Karena saya yakin mereka yang kreatif, inovatif dan mempunyai jiwa entrepreneurship leader akan melihat ini hanya dari sisi peluang saja," ucap Dicky.

Lebih lanjut dia mengatakan, beberapa strategi inisiatif dan menekan biaya yang sempat dilakukan di grup Azana adalah memberlakukan cuti tanpa dibayar, dengan cara 30-50 persen jadwal bekerja sedangkan sisanya cuti tanpa dibayar.

"Namun hal tersebut hanya kami mulai sejak bulan April sampai dengan akhir September. Kami bersyukur hingga saat ini tidak ada PHK di Azana Hotel. Bahkan semua karyawan bisa masuk normal seperti biasa sama seperti sebelum adanya pandemi," ujar Dicky.

Dan, untuk kondisi jaringan bisnis hotel Azana saat ini, dari total 52 hotel yang ada di Indonesia sudah ada 40 hotel yang okupansinya di atas 50 persen, dan terus merangkak naik menuju kepada business rebound, yang ditargetkan akan kembali normal di Februari 2021.

"Sedangkan sisanya 12 hotel memang masih di bawah 50 persen karena hotel-hotel tersebut berada di kota-kota, yang secara mobilitas dan aktivitas pelaku usahanya masih sangat dibatasi, sehingga sangat berpengaruh terhadap bisnis hotel," ujar Dicky.

Sedangkan untuk penambahan hotel yang bergabung dengan Azana di masa pandemi ini, ada sekitar 8 hotel, antara lain Votel Klaten, Votel Maeraktja Jogja, Votel Semarang, FOH Akshaya Karawang, Votel Tuban, Wisma Atlet Jayapura, FOH Jepara, dan Votel Magelang.

Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: AC Pinkan Ulaan
Sumber: Warta Kota
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved