Turis Kanada Kembalikan Artefak Curian dari Pompeii, Setelah Tahunan Mengalami Nasib Buruk

Seorang perempuan Kanada mencuri artefak dari Pompeii tahun 2005, dan memutuskan mengembalikan benda curian itu setelah mengalami naisb buruk.

Penulis: AC Pinkan Ulaan
Editor: AC Pinkan Ulaan
Warta Kota/AC Pingkan
Kota kuno Pompeii adalah salah satu destinasi wisata populer di Italia. Turis dari Indonesia pun tertarik berkunjung ke sana. 

WARTA KOTA TRAVEL -- Ada sebuah pemeo yang sering ditemukan di destinasi wisata alam di seluruh dunia, yakni "Leave nothing but footprints, take nothing but pictures, kill nothing but time".

Terjemahannya dalam bahasa Indonesia kira-kira begini bunyinya, " Jangan tinggalkan apapun kecuali jejak kaki, jangan ambil apapun kecuali foto, jangan membunuh apapun kecuali waktu".

Pemeo itu seharusnya tak hanya dipasang di destinasi wisata alam, tetapi juga dipasang di destinasi wisata cagar budaya.

Kota kuno Pompeii kerap menjadi tujuan wisata pendidikan pelajar SMA dari Amerika Serikat dan Kanada.
Kota kuno Pompeii kerap menjadi tujuan wisata pendidikan pelajar SMA dari Amerika Serikat dan Kanada. (Warta Kota/AC Pingkan)

Apalagi setelah pengalaman buruk seorang perempuan asal Kanada, yang sekarang kapok "mengambil benda kenang-kenangan" saat berwisata.

Artefak Pompeii

Sebagaimana diwartakan oleh CNN, perempuan yang hanya dikenali sebagai Nicole, mengirim dua tegel mosaik, dua buah vas amphora, dan sebuah pelat keramik dinding ke kantor Archaeological Park of Pompeii.

Dalam surat yang disertakan dalam paket itu, Nicole menjelaskan bahwa dia mengembalikan artefak yang dicurinya dari situs kota kuno Pompeii di Italia pada tahun 2005.

"Ketika itu saya ingin memiliki benda-benda bernilai sejarah yang tidak bisa dibeli. Saat itu saya masih muda dan bodoh," bunyi salah satu bagian dari suratnya itu.

Kutukan

Pada bagian lainnya dia menceritakan, begitu kembali ke Kanada dia dua kali terkena kanker payudara, sehingga harus menjalani dua kali mastektomi.

Bukan hanya itu, keluarganya harus mengalami masalah finansial yang tak kunjung selesai.

"Kami seperti tidak bisa melanjutkan hidup," katanya.

Saya mengambil benda bersejarah dengan energi negatif melekat di sana. Orang-orang meninggal dengan cara yang mengerikan, dan saya mengambil tegel yang merekam kebinasaan itu," tulisnya lagi.

Untuk informasi, Archaeological Park of Pompeii adalah destinasi wisata arkeologi berupa sisa-sisa kota kuno Pompeii.

Pada tahun 79 Masehi, kota yang makmur pada zamannya itu luluh lantak akibat batu, abu vulkanik, dan gas beracun yang panas, hasil letusan Gunung Vesuvius yang memang berada di dekat kota tersebut.

Hampir semua penduduk kota itu tewas dalam bencana alam itu, dan peristiwa itu tercatat sebagai tragedi yang fenomenal.

Sepertinya Nicole menganggap kejadian-kejadian buruk yang menimpa dirinya dan keluarganya, adalah akibat energi negatif yang terdapat dari benda bersejarah yang dicurinya dari Pompeii.

"Kami adalah orang-orang baik, dan saya tak mau lagi memberikan kutukan ini kepada keluarga saya, anak-anak saya, atau diri saya sendiri. Tolong maafkan perbuatan bodoh yang saya lakukan bertahun-tahun yang lalu," kata Nicole dalam suratnya.

Dia juga memberi tahu bahwa dia memberikan sebuah tegel mosial kepada seorang temannya.

Tindakannya mengembalikan artefak yang dicurinya dari Pompeii juga disampaikan ke temannya itu. Namun dia tak tahu apakah temannya akan mengembalikan benda bersejarah tersebut.

Bukan kejadian pertama

Tindakan Nicole, serta alasannya mengembalikan benda yang dicurinya dari Pompeii, itu mungkin terlihat seperti kejadian kebetulan.

Hanya saja, ternyata Nicole bukan orang pertama yang melakukan itu.

Para pegawai Archaeological Park of Pompeii sudah tidak heran lagi mendapat kiriman pengembalian artefak, karena hal itu sudah bertahun-tahun terjadi.

Kebanyakan artefak yang dikembalikan itu juga disertai surat, yang menceritakan soal kutukan yang dialami setelah mencuri artefak dari Pompeii.

Pihak Archaeological Park of Pompeii lalu memajang artefak curian itu, lengkap dengan surat dari pencurinya, di museum bernama Pompeii Antiquarium.

"Nilai artefak yang diambil sebenarnya tidak seberapa, tapi surat-surat itu sangat menarik dari perspektif atropologi," kata juru bicara Archaeological Park of Pompeii kepada CNN.

Setelah hampir 2.000 tahun berlalu, sisa-sisa bangunan dan jalan kota kuno Pompeii masih berdiri.

Seakan-akan menjadi pembawa kabar tentang tragedi di masa lalu itu kepada warga dunia saat ini.

Para arkeolog juga masih melakukan penelitian di sisa-sisa kota tersebut, mencoba membuat tegel mosaik, struktur, dan jalan-jalan batu di sana "bercerita" lebih banyak lagi soal budaya masyarakat Pompeii.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved