Ibadah umrah

Robot Canggih Penyemprot Cairan Disinfektan di Masjidil Haram akan Diperbanyak

Robot canggih yang tugasnya menyemprotkan disinfektan di Masjidil Haram akan ditambah, pada fase 2 pemulihan ibadah umrah.

Penulis: AC Pinkan Ulaan
Editor: AC Pinkan Ulaan
Twitter/ReasahAlharmain
Suasana ibadah umrah pada fase 1 pemulihan ibadah umrah. 

WARTA KOTA TRAVEL -- Menjelang dibukanya fase 2 pemulihan ibadah umrah, jumlah robot kebersihan di Masjidil Haram ditambah.

Sebagaimana diwartakan Arab News, Jawatan Tinggi Pengelola Dua Masjid Suci mengumumkan tentang itu pada Kamis (15/10).

Saat ini, lebih dari 4.500 liter cairan disinfektan digunakan setiap hari, untuk membersihkan masjid dari virus dan kuman penyakit lainnya, demi terciptanya lingkungan yang bersih, higienis, dan aman bagi kesehatan.

"Kami menerapkan standar sterilisasi paling tinggi untuk di dalam Masjidil Haram serta halaman sekelilingnya, untuk memberikan rasa aman, dan mencegah segala kemungkinan," kata Hassan Al-Suwairi, Direktur Departemen Perlindungan Lingkungan dan Pengendalian Epidemi di Jawatan Tinggi itu.

Dia menambahkan pihaknya mempelajari berbagai opsi mekanisasi teknologi kebersihan yang ada, demi jemaah yang datang untuk berumrah.

Paling canggih

Al-Suwairi meyakinkan bahwa robot tenaga kebersihan yang digunakannya adalah yang paling canggih, dalam melaksanakan tugasnya.

Disebutkan Arab News, mesin ini memiliki enam pilihan opsi penyemprotan cairan disinfektan (atomisasi), untuk memastikan tak ada bagian yang luput dari droplet cairan pembunuh kuman itu.

"Robot pintar ini digunakan untuk mensterilkan dan melindungi lingkungan ruangan tertutup. Mereka memiliki peralatan atomisasi yang canggih, bekerja secara otomatis sesuai program yang dimasukkan. Robot ini juga memiliki paten SLAM," ujarnya lagi.

Sudah jelas alasan alasan Jawatan Tinggi itu menggunakan robot atomisasi yang canggih ini, yakni untuk mencegah penyebaran virus corona 2 yang saat ini sedang melumpuhkan dunia.

Robot ini bekerja selama 5 sampai 8 jam per hari, di seluruh bagian dari Masjidil Haram, tanpa harus didampingi manusia.

Satu unit robot bisa mengangkut 23,8 liter cairan disinfektan, dan menyemprotkan 2 liter cairan per jam.

Dalam 1 jam kerja itu, robot tersebut mengeliminasi bakteri dalam ruangan seluas 600 meter persegi.

Ukuran droplet yang dihasilkan sekira 5 sampai 15 mikrometer.

Penggunaan teknologi robot ini, kata Al-Suwairi, juga berfungsi mengurangi kontak antar-manusia, sehingga sesuai dengan protokol kesehatan Covid-19.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved