Ibadah umrah

Fase 2 Pemulihan Ibadah Umrah Dimulai 18 Oktober 2020. Jumlah Jemaah Naik Menjadi 15.000

Fase 2 pemulihan ibadah umrah akan dimulai pada Minggu (18/10), ditandai penambahan jumlah jemaah per hari.

Penulis: AC Pinkan Ulaan
Editor: AC Pinkan Ulaan
Twitter/HajMinistry
Suasana Tawaf pada Ibadah Haji 1440 Hijriah atau tahun 2020. Pandemi Covid-19 membuat Pemerintah Kerajaan Arab Saudi membatasi jumlah jemaah Ibadah Haji. 

WARTA KOTA TRAVEL -- Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi akan melangkah ke fase 2 pemulihan ibadah umrah, Minggu (18/10).

Pada fase 2 ini, sebagaimana dilansir Arab News, jumlah jemaah yang diperbolehkan melakukan ibadah umrah naik menjadi 15.000 orang.

Masjidil Haram untuk salat 5 Waktu

Selain itu, pada fase ini Masjidil Haram kembali dibuka untuk umat yang akan melaksanakan salat 5 Waktu, dan jumlahnya sampai 40.000 orang.

Saat melakukan salat di Masjidil Haram, para jemaah salat harus mematuhi batas yang terpasang untuk mencegah penularan virus corona 2.

Tahapan pemulihan ibadah umrah

Dalam memulihkan ibadah umrah, Kementerian Haji dan Umrah melakukannya dalam 3 fase.

Fase pertama dimulai pada 4 Oktober 2020, dengan jumlah 6.000 jemaah per hari yang dibagi dalam 12 sif.

Pada fase itu pihak Kementerian hanya memberi izin kepada warga Saudi dan ekspatriat yang bermukim di sama.

Kemudian fase 2 ditandai dengan peningkatan jumlah jemaah, dan pembukaan kembali beberapa tempat yang biasa dikunjungi jemaah umrah sebelum pandemi Covid-19.

Pada fase 3 jumlah jemaah diperbanyak lagi, dan jemaah internasional diperbolehkan datang.

Namun pelaksanaan fase 3 ini menunggu perkembangan situasi pandemi Covid-19 di Arab Saudi dan seluruh dunia.

Aplikasi ponsel

Seiring dengan pembukaan kemali ibadah umrah, pihak Kementerian meluncurkan aplikasi Eatmarna, tempat calon jemaah melakukan pendaftaran secara daring untuk mendapat izin masuk ke Kota Suci Mekah.

Aplikasi Eatmarna terhubung dengan aplikasi Tawakkalna milik Kementerian Kesehatan Arab Saudi.

Tawakkalna merupakan digitalisasi data kondisi kesehatan pemilik akun, sehingga calon jemaah tak perlu mengunggah sendiri hasil tes PCR (polymerase chain reaction)-nya.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved