Ibadah umrah

Jemaah Umrah Diperbolehkan Mengunjungi Masjid Nabawi, namun Harus Mendaftar Lewat Aplikasi Eatmarna

Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi menambah beberapa lokasi, yang bisa dikunjungi jemaah saat melakukan ibadah umrah.

Penulis: AC Pinkan Ulaan
Editor: AC Pinkan Ulaan
Twitter/HajMinistry
Suasana Tawaf pada Ibadah Haji 1440 Hijriah atau tahun 2020. Pandemi Covid-19 membuat Pemerintah Kerajaan Arab Saudi membatasi jumlah jemaah Ibadah Haji. 

WARTA KOTA TRAVEL -- Setelah membuka Kota Suci Mekah untuk jemaah ibadah umrah, kini Pemerintah Kerajaan Arab Saudi memperbolehkan jemaah berjunjung ke Kota Suci Madinah.

Sebagaimana dilansir laman Arab News, Kementerian Haji dan Umrah mengumumkan bahwa untuk berkunjung ke Madinah jemaah harus mendaftar dulu lewat aplikasi Eatmarna.

"Beberapa registrasi baru akan ditambahkan (ke Eatmarna), termasuk untuk Masjidil Haram'>izin berdoa di Masjidil Haram, izin berdoa di Makam Nabi di Masjid Nabawi, dan izin untuk melakukan Selawat Nabi," Abdulrahman Shams, Wakil Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi.

Abdulrahman Shams menambahkan, pihaknya akan terus menambah lokasi yang bisa dikunjungi, di dalam aplikasi Eatmarna.

Aplikasi pendaftaran

Untuk diketahui, Eatmarna adalah aplikasi pendaftaran ibadah umrah yang diterbitkan oleh Kementerian Haji dan Umrah, pada pertengahan September lalu.

Aplikasi ini berfungsi sebagai tempat pendaftaran calon jemaah, agar pihak Kementerian bisa menerapkan protokol kesehatan dalam pelaksanaan umrah di masa pandemi Covid-19.

Nantinya, aplikasi ini juga digunakan oleh jemaah internasional untuk mendaftar umrah.

Lokasi lain

Setelah sukses di fase 1 pembukaan kembali ibadah umrah, yang ditandai tidak adanya klaster umrah dari kasus baru Covid-19, pihak Kementerian akan membuka lebih banyak lagi tempat yang bisa dilunjungi jemaah.

Pada fase pertama, yang dimulai pada 4 Oktober 2020, jemaah hanya diberi waktu 3 jam untuk melakukan ritus umrah.

Ritus itu tidak termasuk bersembahyang di dalam Masjidil Haram.

Namun dalam waktu dekat jemaah bisa bersembahyang di masjid ini, namun jumlahnya dibatasi agar tidak terjadi kerumunan.

Karena itulah dibuat registrasi baru, khusus untuk bersembahyang di Masjidil Haram, di luar registrasi ibadah umrah.

Covid-19 di Arab Saudi

Sementara itu, perkembangan situasi pandemi Covid-19 di Saudi Arabia adalah, terjadi penambahan 501 kasus baru pada Rabu (14/10), sehingga jumlah total kasus menjadi 340.590.

Kasus aktifnya sendiri per hari Rabu kemarin adalah 8.662, dengan 830 pasien di antaranya dalan kondisi kritis.

Sementara data Kementerian Kesehatan Arab Saudi pada Selasa lalu, Mekah mencatatkan pertambahan kasus paling tinggi di Kerajaan, sebanyak 59 orang.

Diikuti kota Madinah sebanyak 58 kasus, dan Riyadh 29 kasus.

Sampai saat ini Kementerian Kesehatan Saudi belum mengumumkan daftar negara yang boleh mengirimkan jemaahnya untuk beribadah umrah.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved