Wabah Covid 19

Inilah Protokol untuk Melakukan Kunjungan ke Singapura pada Bulan Ini

Singapura sudah mengizinkan warga Indoesia datang untuk keperluan kenegaraan dan bisnis. Namun pengunjung harus mengikuti protokol kunjungan.

Penulis: AC Pinkan Ulaan
Editor: AC Pinkan Ulaan
Google Map
Singapura hanya sejauh 1 jam perjalanan dengan kapal feri dari Batam, Indonesia. 

WARTA KOTA TRAVEL -- Warga Indonesia yang sudah kepingin pelesir ke Singapura, harap terus bersabar karena hal itu belum bisa dilakukan dalam waktu dekat.

Sampai saat ini Indonesia dan Singapura masih sepakat belum membuka pintu untuk kunjungan wisata.

Namun, kunjungan itu untuk kepentingan bisnis dan urusan kenegaraan bisa dilakukan mulai tanggal 26 Oktober 2020.

Sebagaimana dilansir laman kemlu.go.id, Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno LP Marsudi, dan Menteri Luar Negeri Singapura, Vivian Balakrishnan sepakat saling menerima kunjungan warga negara masing-masing yang akan melakukan kegiatan kenegaraan dan bisnis umum.

Singapura menyebut kesepakatan bilateral ini sebagai Reciprocal Green Lane (RGL), sedangkan Indonesia menyebutnya sebagai Travel Corridor Arrangement (TCA).

Protokol ketat

Hanya saja, meskipun pintu sudah dibuka, setiap individu yang akan berkunjung harus mematuhi protokol kunjungan yang diterapkan negara tujuan.

Artinya, warga negara Indonesia yang akan berkunjung ke Singapura harus memenuhi persyaratan dan protokol yang ditetapkan Pemerintah Singapura.

Dan sebaliknya, warga Singapura yang akan berkunjung ke Indonesia harus memenuhi persyaratan dan protokol yang diterapkan Pemerintah Indonesia.

Apa saja sih persyaratan dan protokol kunjungan itu:

Bagi WN Indonesia:

- Melakukan tes polymerase chain reaction (PCR) paling lama 72 jam sebelum keberangkatan dengan biaya sendiri.

- Melakukan tes PCR begitu tiba di Singapura (bandara Changi atau terminal feri Tanah Merah) yang biayanya dibayar sendiri. Menurut  pengumuman dari Singapore Tourism Board (STB), harga tes PCR di Singapura adalah 200 dolar Singapura.

- Mengunduh aplikasi TraceTogether dan SafeEntry di telepon seluler (ponsel) pintar.

- Mendaftarkan kedatangan melalui dua aplikasi tersebut saat tiba di Singapura.

- Memiliki sponsor dari instansi Pemerintah Singapura, atau rekan bisnis di Singapura.

- Mendaftarkan rencana kunjungan untuk memperoleh izin masuk SafeTravel. Surat sponsor merupakan syarat untuk memperoleh izin masuk SafeTravel tersebut.

Bagi WN Singapura:

- Melakukan tes polymerase chain reaction (PCR) paling lama 72 jam sebelum keberangkatan dengan biaya sendiri.

- Melakukan tes PCR begitu tiba di Indonesia (bandara Soekarno Hatta atau terminal feri Batam) yang biayanya dibayar sendiri.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved