PSBB Jakarta

Asyik, Jakarta Terapkan PSBB Transisi, Masyarakat Sudah Boleh Makan-makan di Restoran Lagi

Asyik, sudah boleh jajan dan makan di tempat lagi, saat PSBB transisi. Namun jumlah pengunjung tetap dibatasi ya.

Editor: AC Pinkan Ulaan
Pexels.com/Thiago Patrevita
Ilustrasi: prasmanan, buffet, restoran di hotel. 

WARTA KOTA TRAVEL -- Kegiatan wisata kuliner di Jakarta sudah bisa dimulai lagi nih, setelah Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyatakan mengakhiri pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Sebagaimana diumumkan pada Minggu (11/10) pagi, Pemprov DKI menyatakan bahwa mulai 12 Oktober sampai 25 Oktober 2020, DKI Jakarta memberlakukan PSBB transisi.

Pada masa transisi ini sejumlah pembatasan diperlonggar, dan salah satunya adalah aturan makan di tempat.

Restoran di Ibu Kota diperbolehkan kembali menerima pengunjung, yang menyantap makanannya di tempat (dine in).

Kapasitas dibatasi

Meski begitu, Pemprov tetap mengatur jumlah orang dalam satu ruangan, yaitu maksimal 50 persen dari kapasitas ruangan.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, mengatakan, keputusan itu diambil berdasarkan perkembangan kasus dan kajian dari para pakar kesehatan, termasuk Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Rapat yang dipimpin Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, itu kemudian memutuskan restoran boleh membuka layanan makan di tempat.

Beroperasi penuh

Tidak hanya restoran, perusahaan yang bergerak di 11 sektor usaha esensial  juga diperbolehkan beroperasi hingga 100 persen kapasitas ruangan.

Artinya kantor-kantor sudah boleh mempekerjakan seluruh pegawainya secara bersamaan.

Sebelumnya, selama PSBB jilid II, pemerintah hanya mengizinkan jumlah pekerja sebanyak 50 persen dari kapasitas tempat kerja.

Kembali normalnya aktivitas di perkantoran ini tentunya bagaikan angin segar bagi pengelola rumah makan, restoran, kedai, atau kafe, karena kembalinya para pelanggan mereka.

Kegiatan lain yang sudah diperbolehkan adalah berolahraga di dalam  ruangan, seperti di sasana kebugaran (gym).

Namun jumlah pengunjung yang diperbolehkan hanya 25 persen dari kapasitas ruangan.

Pendataan

Meski diberikan kelonggaran, namun Pemprov DKI meminta agar para pengelola tempat-tempat itu mendata pelanggan yang datang memakai QR code.

Jadi, nanti jangan kaget bila pegawai restoran atau kafe menanyakan alamat dan nomor telepon, sebelum mengantar Anda ke meja.

Tujuan pendataan itu untuk memudahkan contact tracing. sekaligus mengurangi penularan. 

“Jadi kalau ada penyebaran kami mudah melakukan contact tracing,” kata Ahmad Riza.

Menurut Wagub, penambahan kasus baru Covid-19 saat ini berada di kisaran angka 800 sampai 1.000 orang per hari.

Namun pihaknya melihat ada pelambatan kasus aktif sekitar tiga persen.

"Angka kesembuhan meningkat 82,3 persen. Angka kematian turun 2,2 persen, dan R0 sudah turun 1,07,” katanya.  (Fajar Al Fajri)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved