Hotel-hotel di Mekah Beri Diskon Besar-besaran, sebagai Upaya Bangkit Kembali

Hotel-hotel di Kota Suci Mekah sedang jor-jor memberikan potongan harga, untuk menyambut kembalinya jemaah umrah.

Penulis: AC Pinkan Ulaan
Editor: AC Pinkan Ulaan
Pixabay/jakman1
Ilustrasi: Deretan bangunan hotel di sekitar Masjidil Haram. 

WARTA KOTA TRAVEL -- Dengan dibukanya kembali ibadah umrah sejak 4 Oktober 2020, bisnis hotel di Kota Suci Mekah kembali menggeliat.

Sebagaimana dilansir Arab News, untuk menyambut kedatangan kembali jemaah umrah, para pengelola hotel di Mekah ramai-ramai memberikan potongan harga yang fantastis.

Bahkan ada yang sampai 38 riyal Saudi per malam, atau kurang dari Rp 150.000, di kawasan tertentu.

Hotel bintang lima, dengan pemandangan langsung ke Masjidil Haram, pun menawarkan diskon yang cukup besar.

Mereka menawarkan tarif antara 250 riyal Saudi sampai 700 riyal Saudi. Atau Rp 984.000 sampai Rp 2,75 juta per malam.

Destinasi utama

Saat ini, menurut Arab News, ada 1.400 hotel di Mekah, yang secara persentase mencakup 66 persen dari total jumlah hotel di Arab Saudi.

Sebenarnya hal ini tidak mengherankan, mengingat Mekah adalah destinasi utama kunjungan wisatawan ke Saudi Arabia.

Tepatnya untuk kegiatan wisata religi bagi umat Muslim di seluruh dunia. Setiap tahun, ratusan juta orang datang ke Mekah untuk melakukan ibadah umrah.

Kunjungan yang tak mengenal masa sepi itu membuat hotel-hotel di Mekah tidak murah tarifnya.

Bahkan di masa paling ramai, tarif menginap di sana bisa naik tiga kali lipat dari harga normal.

Upaya bangkit

Tindakan yang dilakukan para hotel ini mendapat apresiasi dari Menteri Haji dan Umrah Kerajaan Arab Saudi, Mohammed Saleh Benten.

Melalui Twitter, sang Menteri bahkan mempromosikan hotel-hotel di Mekah sangat aman dalam hal kesehatan dan kebersihan.

Abdullah Filali, Ketua Komite Perhotelan di Kamar Dagang dan Industri Mekah, dalam pernyataannya kepada Arab News menjelaskan, diskon besar itu adalah langkah pelaku industri perhotelan dalam memulihkan sektor tersebut.

"Hotel-hotel ini terdampak parah oleh pandemi, dan harus meminta bantuan negara untuk membayar gaji karyawan dan izin kerja mereka," kata Filali.

Katanya lagi, saat ini hanya empat hotel di pusat Mekah yang bertahan pada krisi akibat pandemi Covid-19, dan Filali memperkirakan sektor akomodasi di Arab Saudi benar-benar bisa bangkit pada tahun depan, atau Oktober 2021.

Sementara persaingan antarpelaku sektor ini baru kembali pada akhir 2023.

Protokol kesehatan

Seorang manajer di salah satu hotel dekat Masjidil Haram, Fadel Munqal, menjamin bahwa hotelnya sudah siap menyambut kedatangan para jemaah, dengan layanan yang lebih higienis dan menjami keselamatan para tamu.

"Pihak Kerajaan ingin kami semua mencapai standar (higienis) tertinggi pada fase 3 (pembukaan kembali ibadah umrah), di mana jemaah internasional akan kembali. Pada saat itulan sektor perhotelan akan bangkit," tandasnya.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved