Wisata Kuliner

Dapoer Panciibolong Tawarkan Masakan Rumahan Secara Daring

Masakan rumah yang dipesan secara daring juga masuk kategori wisata kuliner, yang dipelintir sedikit.

Editor: AC Pinkan Ulaan
Istimewa/Dapoer Panciibolong
Gorengan bakwan yang menggoda dari Dapoer Panciibolong. 

WARTA KOTA TRAVEL -- Salah satu kesenangan yang hilang akibat pandemi Covid-19 adalah berwisata kuliner.

Maklum, salah satu aturan dalam pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Jakarta adalah, melarang pengunjung restoran, rumah makan, kedai makan, dan kafe makan di tempat.

Yang diperbolehkan hanya makanan dibawa pulang, dan disantap di rumah.

Hmm, mungkin di masa pandemi ini bentuk wisata kulinernya memang harus diubah sedikit, mengikuti situasi yang berlaku.

Bukan "wisatawannya" yang mengunjungi kedai makan, melainkan makanannya yang datang ke rumah, alias pesan secara daring.

Setidaknya tetap bisa icip-icip aneka masakan, sekaligus mentaati regulasi PSBB.

Masakan rumahan

Jika ingin mencari jenis masakan rumahan, boleh dicoba Dapoer Panciibolong yang menawarkan menu matengan alias lauk.

Lokasi dapur produksinya di kawasan Gandul, Cinere, tepatnya di belakang Pasar Segar Cinere, Depok, Jawa Barat.

Aneka menu matengan ditawarkan ke konsumen, seperti cumi oseng pedas, ikan layang sambel hijau, daging rendang, opor ayam, bothok, sayur godok, dan lainnya.

"Menu matengan ini ya seperti menu rumahan aja. Produk rumahan banget. Cita rasanya semua lidah bisa masuk cocoklah," kata Dewi Mukti Rahayu, pemilik 'Dapoer Panciibolong' kepada Warta Kota belum lama ini.

Menu ikan layang sambel hijau salah satu menu andalan Dapoer Panciibolong.
Menu ikan layang sambel hijau salah satu menu andalan Dapoer Panciibolong. (Istimewa/Dapoer Panciibolong)

Camilan tradisional

Tak hanya menawarkan masakan matengan, 'Dapoer Panciibolong' juga menyajikan ragam kudapan tradisional, seperti gorengan bakwan isi udang, tahu isi, onde-onde, gemblong, tape uli, hingga singkong keju, dan gethuk crispy.

Selain itu, 'Dapoer Panciibolong' juga memproduksi menu tradisional olahan dalam kondisi beku (frozen food), sehingga pembeli bisa menyimpannya dalam waktu lebih lama.

Menu penganan beku itu antara lain aneka olahan ikan air tawar seperti lele, nila, gurame, dan ayam bumbu kuning.

"Menu frozen food ini produk rumahan juga. Jadi seperti ikan-ikan dan ayam sudah dibumbui. Konsumen di rumah tinggal goreng saja," ujar Dewi.

Kue

Aneka menu masakan matengan dan ragam kudapan yang dijajakan ini, merupakan bagian dari pengembangan produk usaha dari Dapoer Panciibolong.

Dewi mengatakan, sebelumnya dia memproduksi ragam kue kering (cookies), seperti sagu keju, nastar, kastengel, putri salju kacang, coklat, semprit, dan putri salju ori, dan lainnya.

Selain itu, ada aneka bolu, seperti bolu marmer, tape keju almond, dan bolu pisang.

"Responnya Alhamdulilah positif sekali, dan sampai sekarang pesanan untuk bolu ada terus menerus dan tidak mengenal musiman. Malah kue kering dan bolu-bolu ini sampai juga ke Singapura," ucap Dewi.

Kue dan kudapan yang bisa dipesan di Dapoer Panciibolong.
Kue dan kudapan yang bisa dipesan di Dapoer Panciibolong. (Istimewa/Dapoer Panciibolong)

Harga

Sedangkan untuk harga aneka menu dari Dapoer Panciibolong ini, Dewi menyebut, oseng cumi pedas Rp 50.000 per pak, rendang Rp 300.00 per kilogram, opor ayam Rp 100.00 per porsi, dan bothok Rp 5000 per buah.

Untuk aneka menu kudapan tradisional seperti bakwan, tahu isi, gemblong, dan lainya, dibanderol Rp 25.000 per paknya.

Dan untuk menu frozen food dengan kisaran harga Rp 25.000 sampai dengan Rp 45.000 per kemasanya.

Produk cookies ukuran toples 250 gram dari harga Rp 70.000 sampai Rp 100.000.
Sedangkan bolu dengan diamiter 24 cm harganya Rp 70.000.

Sampai saat ini Dewi masih memasarkannya lewat media sosial WhatsApp (WA), di mana pembeli memesan dulu beberapa hari sebelumnya.

Nomor WA untuk memesan adalah 081586770977.

"Saat ini untuk jangkauan layanannya Cinere, Jabodetabek, Jawa dan paling jauh Singapura. Biasanya kalau dibawa ke luar kota untuk oleh-oleh," kata Dewi. (Ign Agung Nugroho)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved