Wisata Sepeda

Bersepeda ke Cioray (Lagi), Mencari Bahagia untuk Melawan Virus

Kampung-kampung di sekitar Jakarta adalah destinasi wisata sepeda yang menarik, menantang, dan memberi rasa bahagia.

Editor: AC Pinkan Ulaan
Warta Kota/M Agung Pribadi
Keteduhan dan keheningan hutan jati di sekitar Desa Cioray. 

Di tengah keheningan dan deru nafas yang ngos-ngosan, terdengar lengkingan elang.

Di langit tampak sepasang elang, mungkin elang jawa (Spilornis cheela), terbang anggun menuju hamparan langit luas berlatar gunung membiru di kanan jalan.

Tebing itu jadi rumah nyaman, mungkin yang terakhir, bagi elang-elang.

Saya membatin, sampai kapan tebing itu bertahan di tengah gempuran tambang kapur yang kian mendekat?

Semoga elang-elang cantik itu tetap menemukan habitatnya, kendati dekat dengan peradaban manusia.

Nanjak dan nanjak terus menuju Desa Cioray.
Nanjak dan nanjak terus menuju Desa Cioray. (Warta Kota/M Agung Pribadi)

Bahagia

Tiga-empat tanjakan yang membuat nafas ngos-ngosan kami lalui. Angin yang menerpa wajah sungguh menyegarkan.

Terpaan angin juga mendinginkan suhu tubuh yang lagi tinggi-tingginya, bercampur dengan keringat yang mengucur deras.

Semakin tinggi kami berjalan, pemandangan sekitar makin indah.

Di sebuah kelokan yang ada jembatan, lahan terbuka memungkinkan kami melepas pandangan jauh ke arah timur. Gunung Pangrango dan Salak membiru di kejauhan.

Dataran luas berlantai persawahan, kebun, dan hutan menciptakan gradasi warna hijau sampai biru yang menyegarkan jiwa.

Lama kami berhenti mengambil nafas dan mensyukuri keindahan itu.

Di tengah kungkungan rasa takut dan tak berdaya, yang tercipta dari pandemi Covid-19, terselip rasa syukur.

Bersepeda di alam terbuka, mandi matahari, dan menikmati keindahan semesta mendatangkan kebahagiaan yang sederhana.

Sesederhana segarnya tarikan nafas di udara yang bersih dan suasana hening.

Kesadaran untuk tetap bergerak dan membebaskan diri dari rasa takut pkeada virus yang tengah mewabah, justru memberi peluang bagi daya tahan tubuh untuk berkembang.

Bukankah antibodi sendiri yang dipercaya menjadi kekuatan untuk menangkal virus.

Inilah kesempatan untuk mengenal dan menghargai tubuh kita lebih dalam, mendengarkan tanda-tanda alam yang dianugerahkan Tuhan, dalam rupa tubuh yang bak mesin sempurna.

Maka kami yakin bahwa kebahagiaan yang memicu daya tahan tubuh lebih kuat, jauh lebih penting diperjuangkan daripada diam terkungkung rasa takut di rumah.

Satu per satu tanjakan kami hadapi dengan hati riang.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved