Bupati Teluk Bintuni ingin Kembangkan Perkebunan Kopi untuk Industri Sekaligus Pariwisata

Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni akan mengembangkan perkbunan kopi dan industri berbasis kopi, untuk meningatkan perekonomian.

Istimewa/Humas Kabupaten Teluk Bintuni
Wilayah Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi daerah industri perkebunan kopi. 

WARTA KOTA TRAVEL -- Pernah mendengar kata coffee tourism? Ini adalah kegiatan berwisata dengan mengunjungi sentra kopi di berbagai tempat.

Sejak beberapa tahun lalu kegiatan wisata ini dikabarkan akan menjadi tren baru berwisata, seperti halnya wisata kuliner dan wine travel.

Bahkan penerbit buku travelling Lonely Planet telah menerbitkan buku bertajuk Global Coffee Tour pada 2018, yang isinya memandu para pencinta kopi keliling dunia untuk menikmati minuman kesukaannya.

Indonesia, dengan tanah yang sudah terbukti sangat cocok untuk tanaman kopi, sangat cocok mengembangkan wisata minat khusus ini.

Hampir setiap provinsi memiliki perkebunan kopi. Alhasil Indonesia kaya dengan varian kopi, dan masing-masing memiliki rasanya yang khas.

Pasalnya rasa kopi ini ditentukan pula dari kondisi tanah tempatnya ditanam, sehingga kopi dari Tatar Parahyangan memiliki rasa yang jauh berbeda dari kopi di Flores.

Kopi dari Kabupaten Teluk Bintuni di Provinsi Papua Barat, pasti juga memiliki rasa tersendiri.

Potensi besar

Menyadari kekayaan alam di wilayahnya serta potensi tren pariwisata baru, Bupati Teluk Bintuni, Petrus Kasihiw, pun mengembangkan perkebunan kopi.

"Ternyata Teluk Bintuni ini bisa punya potensi memiliki varian kopi yang unik, dan ada beberapa distrik di Teluk Bintuni yang cocok untuk dikonsentrasikan menjadi sentra produksi kopi khas Teluk Bintuni," kata Petrus, dalam siaran persnya diterima Warta Kota, Minggu (27/9/2020).

Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: AC Pinkan Ulaan
Sumber: Warta Kota
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved