PSBB Jakarta

Duh, Warga Jakarta Serbu Bekasi untuk Berwisata, lalu Bikin Masalah

Waduh, warga Jakarta banyak yang berwisata ke Kota Bekasi, karena di Jakarta sedang PSBB.

Editor: AC Pinkan Ulaan
Warta Kota/Desy Selviany
Petugas Satpol PP Jakarta Barat menyegel diskotek Top One di Durikepa, Kebonjeruk, Jakarta Barat, Jumat (3/7), karena beroperasi secara diam-diam di masa PSBB transisi. 

WARTA KOTA TRAVEL -- Dulu dicela-cela warga Jakarta, kini malah jadi tempat bersenang-senang dan "melarikan diri" orang Jakarta.

Itulah Kota Bekasi, tetangga Jakarta di wilayah timur.

Di masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) diberlakukan di Jakarta, banyak warga Ibu Kota pindah tempat mencari hiburan ke Bekasi. Lalu membuat masalah.

Kehadiran pengunjung dari Jakarta membuat terjadi pelanggaran protokol kesehatan di kafe dan restoran di Bekasi.

Hal ini terungkap setelah Pemerintah Kota Bekasi menyegel salah satu kafe di kawasan Grand Galaxy City pada Sabtu (26/9/2020) malam, karena para pengunjungnya tidak memakai masker dan berkerumun.

Imbas PSBB Jakarta

Kepala Satpol PP Kota Bekasi, Abi Hurairah, menyatakan, kebijakan PSBB di DKI Jakarta berimbas bagi Kota Bekasi.

Banyak warga Jakarta yang berkunjung ke kota berjuluk Kota Patriot tersebut, untuk sekadar mencari hiburan.

Pasalnya sejumlah tempat pariwisata dan hiburan di Kota Bekasi tetap beroperasi, namun dengan memperhatikan protokol kesehatan.

“Di Depok tutup, Bogor tutup, dan Jakarta tutup. Kemudian orang pasti mencari hiburan di Kota Bekasi,” kata Abi.

Tindak pemilik usaha

Menanggapi situasi ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta meminta kepada Pemerintah Kota Bekasi, agar terus menindak para pemilik kafe yang mengabaikan protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19.

“Kalau memang tempat-tempat rumah makan atau restoran atau kafe-kafe di sana penuh (banyak pengunjung), tentunya di sana ada aturan-aturan,” kata Kepala Satpol PP DKI Jakarta Arifin di Balai Kota DKI pada Senin (28/9/2020).

“Tegakkan saja aturannya, yah kalau melanggar aturan silakan ditutup, karena saya dengar juga tempatnya sudah disegel,” lanjut Arifin.

Menurut Kepala Satpol PP DKI ini, penindakan yang dilakukan Pemkot Bekasi sebetulnya bagian dari pengawasan, yang dilakukan bersama dengan aparat hukum setempat.

Denda progresif

Arifin lalu membandingkan regulasi operasional kafe dan restoran yang ada di Jakarta dengan daerah lain.

Kata dia, meski Pemprov DKI Jakarta mengizinkan tempat usaha itu beroperasi, namun pengelolanya dilarang membuka layanan makan di tempat.

Langkah ini diambil untuk mencegah terjadinya kerumunan orang, yang berpotensi besar penularan Covid-19 melalui droplet (percikan pernapasan) saat masker dilepas.
Soalnya selama di restoran atau kafe, pengunjung cenderung makan sambil berbincang dengan kerabat, kolega, dan saudaranya.

“Khusus untuk restoran dan rumah makan kan memang ketentuannya tidak boleh makan di tempat, tapi hanya pesan antar atau take away (dibawa pulang),” jelas Arifin.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved