Umrah

Kerajaan Arab Saudi Membuka Kembali Ibadah Umrah pada 4 Oktober 2020. Pendaftaran Lewat Aplikasi

Ibadah umrah akan dibuka kembali mulai 4 Oktober 2020, dengan jumlah jemaah terbatas.

Penulis: AC Pinkan Ulaan
Editor: AC Pinkan Ulaan
Twitter/HajMinistry
Suasana Tawaf pada Ibadah Haji 1440 Hijriah atau tahun 2020. Pandemi Covid-19 membuat Pemerintah Kerajaan Arab Saudi membatasi jumlah jemaah Ibadah Haji. 

WARTA KOTA TRAVEL -- Pemerintah Kerajaan Arab Saudi mulai membuka lagi ibadah umrah secara bertahap, yang disambut baik oleh warga kerajaan tersebut.

Sebagaimana dilansir Arab News, pembukaan kembali ini akan berlangsung dalam tiga tahap, yang ditandai dengan bertambahnya jumlah jemaah yang diperbolehkan memasuki kota suci Mekah.

Setiap tahap akan diawasi secara ketat oleh pihak Kementerian Haji dan Umrah, dengan pengawasan dan pelayanan seperti saat Ibadah Haji pada Agustus lalu.

Mendaftar lewat aplikasi

Untuk bisa melakukan ibadah umrah, jemaah harus mendaftar lewat aplikasi Eatmarna, yang dirilis oleh Kementerian Haji dan Umrah pada 27 September 2020.

Pendaftaran secara daring ini merupakan bagian dari penerapan protokol kesehatan, yakni mengurangi kontak secara fisikal.

Pendaftaran ini tanpa biaya alias gratis. Pihak Kementerian meluruskan rumor yang beredar di Arab Saudi, yang berbunyi pendaftaran tersebut ada biayanya.

Namun harus diingat, fase pertama itu diperuntukan bagi warga Saudi atau para ekspatriat yang bermukim di Saudi.

Justru pihak Kementerian menekankan bahwa syarat pendaftaran bukan uang pendaftaran, melainkan surat keterangan sehat, termasuk bebas Covid-19, yang mendapat pengesahan dari pihak otoritas kesehatan Saudi.

Kementerian Haji dan Umrah serta Kementerian Kesehatan Saudi telah membuat sistem, sehingga hasil kondisi kesehatan calon jemaah tercatat dalam sistem milik Kementerian Kesehatan, yang bernama Tawakkalna.

Tawakkalna ini terhubung dengan Eatmarna, sehingga calon jemaah cukup memasukkan identitas Tawakkalna-nya saat mendaftar umrah.

Tak ada kursi roda

Dalam wawancara dengan stasiun TV Pemerintah Saudi, Al Rased, Mohammed Saleh Benten, selaku Menteri Haji dan Umrah, menjelaskan kapasitas jemaah di setiap tahap.

Pada tahap pertama, pihaknya hanya mengizinkan 6.000 jemaah per hari, yang akan dibagi ke dalam 12 grup. Masing-masing grup hanya diberi waktu 3 jam untuk rangkaian ibadah umrah.

Menurut Benten, selain untuk menjarak aman antar-jemaah, jumlah itu juga berfungsi agar petugas bisa mengawasi dan melayani jemaah selama beribadah.

Standar pelayanan yang akan diberikan, kata Benten, sama dengan pelayanan kepada jemaah Haji kemarin.

"Kami juga merancang kelompok usia yang boleh beribadah, yakni usia 18 sampai 65 tahun. Kondisi jemaah harus sehat secara fisik, karena kami tak menyediakan kursi roda untuk melakukan Tawaf dan Sai," kata Benten.

Dia juga menytakan bahwa pihaknya akan mengatur tempo pergerakan Tawaf, sehingga tidak ada jemaah yang mendahului jemaah lainnya.

Jadwal ketat

Pembukaan fase pertama ibadah umrah ini akan dilakukan tanggal 17 bulan Safar 1441 Hijriah, atau tanggal 4 Oktober 2020 menurut kalender Masehi.

Calon jemaah juga diingatkan, ibadah umrah di masa adaptasi kebiasaan baru, atau new normal ini hanya berlangsung 3 jam sehingga jadwalnya akan sangat ketat.

Jemaah  harus disiplin dalam hal waktu, dan tak boleh berlama-lama di satu tahap.

"Jemaah yang datang dari luar Mekah, yang memesan hotel dan apartemen, harus tiba di pos pemeriksaat 15 menit sebelum jadwalnya berangkat ke Masjidil Haram. Karena mereka harus menjalani pemeriksaan, dan mendapat pengarahan dari pemandunya. Terutama dalam hal jendela waktu yang diberikan di setiap tahapan ibadah," ujar Benten.

Anak-anak juga boleh melakukan umrah bersama orangtuanya, sepanjang kondisi kesehatannya sudah masuk sistem Tawakkalna orangtuanya.

Sementara jemaah lansia juga boleh membawa pendamping, yang sudah memiliki aplikasi Tawakkalna.

Mobil tidak boleh parkir di zona tengah, yang merupakan sekeliling Masjidil Haram, kecuali milik warga.

Artinya, mobil para jemaah harus diparkir di tempat yang sudah ditentukan. Pihak Kementerian menyediakan bus ulang-alik untuk mengantar jemaah.

Fase ketiga

Fase pertama ini hanya diperuntukan bagi warga Arab Saudi, atau orang asing yang saat ini berdiam di kerjaan tersebut.

Tampaknya pada fase kedua Pemerintah Saudi memperboleh waga negara Gulf Cooperation Country (GCC), atau negara-negara tetangganya di Jazirah Arab.

Kerajaan Saudi baru membuka ibadah umrah bagi jemaah dari negara lain, di fase ketiga.

Hanya saja, saat ini belum diumumkan negara mana saja yang boleh mendaftar.

Kementerian Kesehatan Saudi yang akan menentukan daftar negara tersebut. Tentunya berdasarkan situasi pandemi Covid-19 di negara tersebut.

"Jemaah dari luar negeri juga harus melakukan pendaftaran seperti warga Saudi. Mereka bisa memesan waktu kedatangan, dan kami akan memberikan pelayanan penuh ketika mereka tiba," Mohammed Saleh Benten, Menteri Haji dan Umrah Saudi Arabia.

Artinya jemaah dari luar Saudi juga bisa mengunduh aplikasi Eatmarna.

Saat ini, sebagaimana dilansir Riyadh Xpress, aplikasi tersebut sudah tersedia di Apple store, dan kabarnya versi Android akan segera dirilis.

Baik Arab News maupun Riyadh Xpress tidak menyebutkan, apakah jemaah dari luar negeri juga harus mengunduh aplikasi Tawakkalna.

Kesempat bagi orang asing

Pembukaan kembali ibadah umrah disambut gembira masyarakat Saudi, dan mereka sepakat dengan kebijakan Pemerintah soal pembatasan jumlah jemaah.

Salah satunya diungkapkan oleh Khairallah Al-Zahrani, seorang guru sekolah.

"Pembukaan kembali dengan jumlah jemaah terbatas ini sangat tepat, karena memenuhi harapan jemaah yang sudah rindu beribadah, dan protokol kesehatan demi keselamatan jemaah," katanya kepada Arab News.

Khairallah Al-Zahrani menyatakan dia tak akan mendaftar, sebab dia sudah berulang kali beribadah umrah.

"Biar Muslim dari negara lain yang tinggal di sini yang mendapat kesempatan," katanya.

Cara mendaftar umrah menggunakan aplikasi Eatmarna:

1. Mengunduh aplikasi Eatmarna dari Apple store dan Play Store. Untuk mencari aplikasi yang asli ketik Ministry of Hajj and Umrah developer.

2. Pilih Bahasa setelah memasangnya (Install)

3. Untuk mendaftar (new user) harus memasukkan nomor Iqama (semacam Kitas dan Kitap) dan nomor pengenal Tawakkalna.

4. Kode verifikasi akan dikirim ke telepon pintar. Setelah diterima, masukkan kode itu ke aplikasi.

5. Memilih Tipe Pendaftaran. Yang dimaksudkan di sini adalah status kependudukan, yakni warga negara Saudi atau pemilik Iqama; waga negara anggota GCC; jemaah dari luar negeri (External Mutamer) .

6. Mengisi formulir pendaftaran.

7. Aplikasi tersebut kemudian menanyakan alasan mendaftar, termasuk izin umrah (umrah permit). Di bagian bawah dari layar ponsel ada banner dengan pilihan "service", "permit", booking", "setting".
Pilih booking untuk mendaftar, dan di sana terdapat beberapa pilihan. Dia di antaranya lewat maskapai penerbangan Flynas dan Saudia Airlines.

8. Pilih nama orang yang akan mendampingi, tanggal, dan waktu kedatangan.

9. Pilih lokasi tempat parkit kendaraan, atau titik kumpul di Mekah.

(sumber: Riyadh Xpress)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved