Boleh Juga Cara Thailand ini, Kirim Sampah ke Rumah Orang yang Membuangnya Sembarangan

Di Thailand, otoritas taman nasional akan mengirim sampah yang ditinggalkan pengunjung ke rumah orang itu.

Penulis: AC Pinkan Ulaan
Editor: AC Pinkan Ulaan
Facebook/TOP Varawut
Sampah yang ditinggalkan pengunjung Taman Nasional Khao Yai, Thailand, akan dikirim ke rumah pengunjung tersebut. 

WARTA KOTA TRAVEL -- Sampah adalah masalah besar bagi industri pariwisata di Indonesia, karena berserakan di mana-mana.

Pasalnya banyak pengunjung tempat wisata yang tak bertanggung jawan, tetap membuang sampah sembarangan biarpun sudah disediakan tempat sampah.

Imbauan membuang sampah di tempatnya juga banyak terpasang di mana-mana, tapi masih banyak juga yang mencuekkannya.

Semakin banyak pengunjung di sebuah destinasi wisata, semakin banyak sampah yang dihasilkan.

Sampah plastik di Curug Parigi.
Sampah plastik di Curug Parigi. (Warta Kota/Muhammad Azzam)

Bahkan di obyek wisata alam, sampah dari wisatawan terutama sampah plastik, juga melimpah dan sangat mengganggu pemandangan.

Ternyata masalah sampah ini bukan hanya ada di Indonesia, sebab Thailand juga mengalaminya dan sama-sama biking pusing.

Dikirim ke rumah

Akhirnya pengelola Taman Nasional Khao Yai, di Provinsi Nakhon Ratchasima, mencoba cara baru yang diharapkan akan membuat kapok pengunjung yang meninggalkan sampahnya di taman nasional tersebut.

Sebagaimana dilansir BBC, sampah-sampah itu akan dikirim ke alamat pengunjung nakal tersebut.

Menariknya, peraturan ini diumumkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup Thailand, Varawut Silpa-archa.

Lewat akun Facebook pribadinya, sang menteri mengunggah foto sampah yang siap dikirim ke orang yang membuangnya secara sembarangan.

"Ini sampahmu, kami akan mengembalikannya kepadamu," bunyi tulisan dalam postingan itu.

Dalam foto itu juga tampak pesan singkat dari pihak taman nasional. "Kamu lupa membawa pulang ini dari Taman Nasional Khao Yai."

Penjara

Bukan hanya itu, sang menteri juga mengumumkan bahwa pelaku pembuang sampah juga dilaporkan ke polisi.

Ancaman hukumannya cukup mengerikan, yakni hukuman penjara maksimal lima tahun, denda yang sangat besar, serta tak boleh berkunjung ke taman nasional di Thailand.

Dalam unggahannya di Facebook, Pak Menteri menceritakan dua kasus yang sedang mereka proses.

Yang pertama adalah pengunjung yang datang untuk berkemah, dan menyewa tenda dari Taman Nasional.

Ketika pulang, pengunjung tersebut meninggalkan sampah mereka di dalam tenda.

Kasus kedua adalah rombongan pengunjung yang mabuk-mabukan dan membuat keributan, ketika berkemah di dekat air terjun.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved