Terminal Bus AKAP di Jakarta Tak Terkenal Pembatasan Waktu Operasional

Hanya jam operasional terminal bus dalam kota yang terkena pembatasan, selama pelaksanaan PSBB. Terminal bus luar kota beroperasi seperti biasa.

Editor: AC Pinkan Ulaan
Warta Kota/Rangga Baskoro
Terminal Terpadu Pulogebang pada Kamis (9/4/2020). Tampak hanya ada beberapa calon penumpang. 

WARTA KOTA TRAVEL --- Bila Anda punya rencana bepergian ke luar kota naik bus, atau sebaliknya akan datang ke Jakarta menggunakan bus, perhatikan perubahan jam operasional terminal bus di Jakarta.

Seiring dengan diberlakukannya kembali pembatasan sosial berskala besar (PSBB), jam operasional terminal bus dalam kota di DKI Jakarta akan dibatasi mulai Kamis (17/9).

Namun operasional terminal bus antar kota antar provinsi (AKAP) tidak terkena pembatasan waktu ini, sebab hal itu hanya berlaku untuk angkutan dalam kota.

Maka, pendatang yang tiba di terminal bus pada dini hari bisa jadi harus menunggu sampai pukul 05.00, untuk melanjutkan perjalanan ke tujuan di dalam kota.

Opsi lainnya tentu saja adalah taksi dan ojek, baik yang online maupun non-aplikasi.

Sampai pukul 19.00

Kepala UPT Terminal Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Muslim, mengatakan jam operasional terminal bus dalam kota dibatasi hanya selama 14 jam, yakni pada pukul 05.00-19.00.

"Mulai tanggal 17 (September) bus besar, sedang, dan kecil dalam kota beroperasi pukul 05.00-19.00 WIB. Untuk tanggal 21 September dan seterusnya sama," kata Muslim, Senin (14/9).

Waktu operasional itu sesuai dengan SK Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Nomor 156 Tahun 2020, tentang petunjuk teknis pelaksanaan PSBB bidang transportasi

"Sekarang kita mulai sosialisasi ke para operator dan awak angkutan. Kan kantor-kantor atau para pegawai perlu penyesuaian jam kerjanya juga," ujar Muslim.

Bus AKAP

Selain dari Terminal Pulogebang, bus AKAP juga bisa berangkat dari Terminal Kampung Rambutan, Terminal Kalideres, dan Terminal Tanjungpriok.

"Tentunya tetap menerapkan protokol kesehatan. Tadi Pak Kadishub meninjau langsung penerapan protokol kesehatan di Terminal Kalideres, dan mensosialisasikan jam operasional," tuturnya.

Namun demikian, Corona Likelihood Metric (CLM) juga tetap menjadi syarat keberangkatan penumpang bila akan keluar atau kembali ke Jakarta.

Selama berada di dalam bus dan terminal, calon penumpang harus terus menggunakan masker bila tak ingin kena sanksi.

"Seseorang yang kedapatan tidak pakai masker akan dihukum dengan melaksanakan kerja sosial, berupa membersihkan halaman atau emplasemen," kata Muslim.

Adapun untuk jam operasional di seluruh terminal di DKI Jakarta pada Senin (14/9) hingga Rabu (16/9) berlaku pada pukul 05.00-22.00 WIB.

Terminal Kalideres

Hal ini pula yang diterapkan di Terminal Kalideres sepanjang pelaksanaan PSBB Jakarta.

Terminal Kalideres membatasi jam operasional hanya untuk angkutan umum dalam kota. Sementara angkutan umum antar provinsi (AKAP) beroperasi seperti PSBB transisi.

Hal itu diutarakan oleh Kepala Terminal Kalideres Revi Zulkarnaen.

Revi juga menjelaskan bahwa pembatasan operasional angkutan umum dalam kota akan dilakukan secara bertahap.

Suasana di Terminal AKAP Kalideres, Jakarta Barat, masih dijumpai warga ibukota yang hendak pulang mudik ke kampung halamannya di sejumlah kota di Jawa dan Sumatera, Selasa (21/4/2020).
Suasana di Terminal AKAP Kalideres, Jakarta Barat, masih dijumpai warga ibukota yang hendak pulang mudik ke kampung halamannya di sejumlah kota di Jawa dan Sumatera, Selasa (21/4/2020). (Warta Kota/Nur Ichsan)

Pada 14 sampai 16 September 2020 jam operasional angkutan dalam kota di Terminal Kalideres mulai pukul 05.00 sampai 22.00.

Kemudian pada 17 sampai 20 September 2020 jam operasional angkutan umum dikurangi lima jam, yakni pukul 05.00 WIB sampai 19.00 WIB.

"Kemudian 21 September 2020 sampai akhir massa PSBB angkutan umum beroperasi pukul 05.00 WIB sampai 19.00 WIB," katanya kemarin.

Namun demikian, peraturan itu tidak berlaku untuk transjakarta.

Pembatasan waktu operasional itu juga tidak berlaku untuk Bus AKAP, karena masih sama dengan PSBB transisi.

"Kami hanya perketat protokol kesehatan. Penumpang tidak pakai masker akan kena sanksi kerja sosial," tandas Revi. (Junianto Hamonangan/Desy Selviany)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved