PSBB Jakarta

Tak Perlu Bikin SIKM bila ingin Bepergian di Masa PSBB Jakarta saat ini

Warga DKI Jakarta yang akan bepergian ke luar kota tak perlu membuat SIKM. Namun tetap harus membawa hasil tes kesehatan yang masih berlaku.

Editor: AC Pinkan Ulaan
Warta Kota/Nur Ichsan
Petugas gabungan melakukan pemeriksaan surat ijin ke luar masuk (SIKM) Jakarta terhadap para pengendara di depan pos satlantas Jakarta Barat, unitlantas Kalideres, Jakarta Barat, Kamis (2/7/2020). Hal ini dilakukan terkait perpanjangan masa pembatasan sosial berskalabesar (PSBB) transisi di ibukota hingga 14 hari ke depan. 

WARTA KOTA TRAVEL -- Warga DKI Jakarta yang hendak bepergian ke luar kota di bulan September ini, tak perlu mengurus surat izin keluar masuk (SIKM) sebagaimana masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang dulu.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memastikan tidak ada pemeriksaan SIKM PSBB yang sekarang, yang berlangsung mulai Senin (14/9) sampai Minggu (27/9).

Hal itu dikatakan sendiri oleh Anies di Balai Kota pada Sabtu (12/9/2020) malam.

“Oh nggak (SIKM), kalau mobilitas keluar dan lain-lain tidak. Tapi lebih kepada interaksi di Jakarta,” katanya ketika itu.

Jawaban Gubernur DKI ini sangat melegakan, mengingat membuat SIKM di masa lalu lumayan merepotkan.

Dokumen perjalanan

Hal ini dipertegas oleh Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, ketika meninjau Terminal Kalideres, Jakarta Barat pada Senin siang tadi.

Katanya, di tengah pemberlakuan PSBB warga DKI Jakarta dapat keluar masuk Jakarta tanpa menggunakan SIKM.

Namun penumpang tetap diwajibkan memiliki dokumen perjalanan, sebagaimana disyaratkan oleh Gugus Tugas Covid-19 dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

"Hari ini Terminal Kalideres memang tetap beroperasi. Namun tetap ada pengetatan pelayanan sesuai dengan protokol kesehatan," kata Syafrin dalam peninjauan tersebut.

Terminal Kalideres tetap melayani bus antar kota antara provinsi (AKAP). Para penumpang juga boleh keluar masuk Jakarta tanpa menggunakan SIKM.

"Penumpang harus punya dokumen rapid test dengan hasil negatif, dan kami tetap awasi dengan ketat," kata Syafrin.

Pos pemeriksaan

Sementara itu, Kasat Lantas Jakarta Barat Kompol Purwanta mengatakan bahwa ada pos pemeriksaan di Jakarta.

Namun jumlahnya berkurang, dari 33 pos pemeriksaan menjadi delapan pos pemeriksaan di seluruh Jakarta.

"Tapi di Jakarta Barat sesuai dengan Pergub 88 tahun 2020 sekarang hanya ada satu pos pemeriksaan." kata Purwanta di Terminal Kalideres.

Namun demikian, pihak Satlantas Jakarta Barat tetap perbanyak tim-tim kecil di pos pantau. Fungsi mereka untuk menegur pengendara yang tidak pakai masker.
(Fajar Al Fajri/Desy Selviany)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved