Wisata Tangerang

Kali Mookervaart yang Kumuh dan Bau tengah Didandani agar Menjadi Destinasi Wisata Lokal yang Cantik

Kali Mookervaart yang terkenal kumuh sedang dipersolek untuk menjadi destinasi lokal Kota Tangerang.

Warta Kota/Andika Panduwinata
Kali Mookervaart yang kumuh akan diubah menjadi destinasi lokal, tempat warga bersantai dan belajar bertanam sayuran. 

WARTA KOTA TRAVEL -- Kota Tangerang bakal memiliki destinasi wisata lokal baru, yang bukan saja tempat merilekskan diri melainkan juga tempat belajar.

Saat ini Pemerintah Kota Tangerang tengah melakukan normalisasi Sungai Mookervaart, yang menghubungkan Kali Angke dengan Cisadane di Kota Tangerang.

Pekerjaan ini dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang melakukan normalisasi Kali Mookervaart.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang melakukan normalisasi Kali Mookervaart. (Warta Kota/Andika Panduwinata)

Kepala Bidang Operasional Pemeliharaan Dinas PUPR Kota Tangerang, Agus Tholub, menjelaskan, normalisasi dilakukan dengan membersihkan saluran air.

Kemudian dilanjutkan dengan membuat ruang publik sepanjang 86 meter, di sisi Kali Mookervaart yang terletak di Jalan Raya Lio Baru, Kecamatan Batuceper, Kota Tangerang.

“Kawasan ini sempat kumuh, sayang banget kalau tidak dimanfaatkan. Makanya kami segera melakukan pembenahan sekaligus menatanya menjadi ruang publik, yang bisa jadi tempat bermain masyarakat,” ujar Agus kepada Warta Kota, Jumat (11/9/2020).

Nantinya, menurut Agus, masyarakat dapat memanfaatkan ruang publik ini untuk berwisata lokal. Salah satunya untuk bersepeda.

“Sekarang ini kan banyak masyarakat yang gemar bersepeda, nah lokasi ini bisa dijadikan tujuan alternatif untuk bersepeda yang aman dan nyaman,” ucapnya.

Bertanam sayur

Penataan Kali Mookervart juga didukung oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang.

Kepala Bidang Pertamanan, Hendri Pratama menambahkan pihaknya bukan hanya mempermanis ruang publik saja, melainkan akan menanam tanaman ketahanan pangan.

Hal itu dilakukan guna mengedukasi dan membangun ekonomi masyarakat setempat.

“Nantinya di sini tidak diberi tanaman hias tapi tanaman ketahanan pangan, yang hasilnya dapat dinikmati seluruh masyarakat. Untuk perawatannya akan melibatkan kelurahan dan warga sekitar,” tandas Hendri. (Andika Panduwinata)

Ikuti kami di
Editor: AC Pinkan Ulaan
Sumber: Warta Kota
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved