New Normal

PT KAI Pastikan Kereta Api Aman dari Penularan Covid-19, Berkat Penerapan Protokol Kesehan Ketat

PT Kereta Api Indonesia menyatakan bahwa transportasi kereta api aman dari penyebaran virus corona 2, berkat penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Editor: AC Pinkan Ulaan
Twitter/ Kereta Api Indonesia
Ilustras kereta api PT KAI 

WARTA KOTA TRAVEL -- Kereta api disebut-sebut sebagai transportasi publik yang rentan menjadi klaster penularan Covid-19.

Dasar pertimbangannya adalah kapasitas gerbong yang bisa memuat banyak orang. Untuk angkuta komuter ada kebiasaan para penggunanya berdesak-desakkan.

Sementara untuk angkutan jarak jauh, ada durasi yang cukup lama sejumlah orang (penumpang) berada bersama-sama di ruang tertutup.

Hanya saja PT Kereta Api Indonesia menyangkal pendapat itu, dan menilai transportasi kereta api merupakan moda yang aman untuk melakukan perjalanan, karena adanya penerapan protokol kesehatan yang ketat.

“Berdasarkan hasil kajian para ahli, kereta api merupakan moda yang aman digunakan selama pandemi karena telah menerapkan protokol yang ketat,” ujar VP Public Relations KAI Joni Martinus, dalam siaran pers PT KAI.

Penelitian

Berbagai penelitian di Prancis, Jepang, dan Amerika Serikat menunjukkan bahwa tidak ada penemuan klaster covid-19 di transportasi publik.

Jurnal yang diterbitkan Universitas Oxford juga menyatakan, penyebaran Covid-19 pada pelanggan kereta dapat dicegah dengan menerapkan berbagai protokol pencegahan.

Epidemiolog dari Universitas Indonesia, Pandu Riono, mengatakan, hingga saat ini belum ada laporan mengenai kereta api menjadi klaster penyebaran Covid-19.

Meskipun terdapat himpunan atau kerumunan banyak orang, namun tidak menjadi klaster penyebaran Covid-19 berkat adanya penerapan protokol kesehatan.

Adapun penelitian yang dilakukan ITB mengungkapkan bahwa transportasi umum tidak menjadi sumber infeksi, jika pelanggan mematuhi protokol kesehatan, seperti penggunaan masker, menjaga jarak fisik, mencuci tangan, serta memberikan perlindungan khusus untuk petugas frontliner.

Calon Penumpang Kereta Api Jarak Jauh melakukan proses rapid test atau test cepat di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, Senin (27/7/2020).
Calon Penumpang Kereta Api Jarak Jauh melakukan proses rapid test atau test cepat di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, Senin (27/7/2020). (Warta Kota/Angga Baghya N)

Protokol kesehatan

Joni mengatakan, seluruh penelitian tersebut selaras dengan yang telah dilakukan PT KAI, karena KAI secara disiplin telah menerapkan protokol kesehatan sesuai standar Gugus Tugas Nasional.

Setiap pelanggan KA Jarak Jauh harus menyertakan surat keterangan bebas Covid-19.

Pelanggan yang akan naik KA juga harus dalam keadaan sehat.

Pelanggan wajib menggunakan masker dan menjaga jarak saat di stasiun, dan selama perjalanan.

Di samping itu, KAI menyediakan wastafel portabel dan hand sanitizer di titik-titik strategis stasiun dan kereta api, untuk menjaga agar pelanggan tetap higienis.

“Kami pun mengikuti rekomendasi dari Gugus Tugas Nasional untuk penggunaan face shield sebagai perlindungan tambahan. Face shield kami berikan secara cuma-cuma bagi pelanggan KA Jarak Jauh,” kata Joni.

Pembersihan seluruh rangkaian kereta seusai beroperasi, dilakukan menggunakan cairan pembersih yang mengandung disinfektan.

KAI juga menugaskan petugas kebersihan di kereta untuk menyeterilkan bagian dalam kereta, yang sering tersentuh oleh pelanggan tiap 30 menit sekali.

KAI mewajibkan petugas yang berinteraksi langsung dengan pelanggan untuk memeriksa kesehatan termasuk suhu tubuh sebelum bertugas.

Mereka juga harus memakai APD seperti masker, face shield, dan sarung tangan.

“Kami terus mengampanyekan gerakan mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak (3M) kepada seluruh pelanggan dan pegawai,” ujar Joni.

Jumlah penumpang naik

Berdasarkan data, pada September 2020 KAI rata-rata melayani 62.000 pelanggan per hari, naik 10 persen dibanding bulan Agustus yang rata-rata 56.000 pelanggan per hari.

Hal ini menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat terus tumbuh akan layanan KAI yang dapat diandalkan di tengah pandemi Covid-19.

“Seluruh protokol tersebut kami lakukan untuk menjadikan kereta api sebagai angkutan massal yang aman, nyaman, selamat, dan tetap bisa menjaga kesehatan para pelanggan dan pegawai,” tutup Joni. (*)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved