Kota-kota Tiruan di Tiongkok ini Memiliki Daya Tarik Tersendiri

Tiongkok membuat beberapa kota tiruan, replika dari kota dan tempat menarik di Eropa dan Amerika Serikat.

Warta Kota/AC Pingkan
Tiongkok membuat beberapa proyek kota tiruan, dengan inspirasi kota-kota di Eropa dan Amerika Serikat. Ada proyek yang berhasil, namun tak sedikit yang gagal. 

Hallstatt

Hallstatt di Provinsi Guandong, Tiongkok, merupakan replika kota Hallstatt di Austria.
Hallstatt di Provinsi Guandong, Tiongkok, merupakan replika kota Hallstatt di Austria. (Wikipedia/Hanno Böck)

Suasana pedesaan Austria juga bisa ditemukan di Tiongkok, tepatnya di Provinsi Guandong.

Di sini pemerintah setempat membangun kota yang meniru kota Hallstatt di Austria, yang mendapat predikat warisan budaya dunia dari Unesco.

Bahkan para pejabat di Tiongkok itu juga tak mau repot-repot mencari nama baru untuk kota tiruan itu, dan tetap memakai nama Hallstatt.

Untuk membuat Halstatt itu, biayanya sampai 940 juta dolar AS, atau sekitar Rp 13,9 triliun.

Tianducheng

Replika Menara Eiffel di Tianducheng, Tiongkok.
Replika Menara Eiffel di Tianducheng, Tiongkok. (https://commons.wikimedia.org/wiki/File:201806_La_tour_Eiffel_at_Tianducheng.jpg)

Kota yang terletak di luar kota Shanghai ini adalah tiruannya Paris, lengkap dengan Menara Eiffel-nya.

Bukan hanya itu, kolam Le Bassin d'Apollon dan air mancur di Istana Versailles juga dibuat replikanya di Tianducheng ini.

Uniknya, seorang fotografer asal Paris, Francois Prost, merasa lebih merasa Tianducheng seperti Paris daripada Paris yang asli.

Katanya, Paris terlalu populer sebagai destinasi wisata, sehingga tak lagi terasa sebagai kampung halaman bagi penduduknya.

Sementara di Tianducheng sedikit sekali wisatawan yang datang, sehingga Prost merasakan suasana kota yang didambakannya.

Tianducheng memang ditempati oleh 10.000 orang, yang melakukan aktivitas sehari-hari sebagai warga kota biasa.

Overseas Chinese Town East (OCT)

OCT mungkin sebenarnya bukan kota, sebab ia adalah taman hiburan seperti Disneyland yang dibuat meniru kota Interlaken di Swiss.

Interlaken yang asli itu berada di lembah yang diapit dua danau, Thun dan Brienz.

Di OCT juga dibuat lengkap dengan danaunya.

Kota taman hiburan ini terletak di seberang Hongkong.

Tonghui Town

Kepopuleran Interlaken ternyata juga menginspirasi pemerintah kota Beijing dalam membangun Tonghui Town.

Maka jadilah kota ini seperti kota di Swiss itu, dengan tambahan nuansa Bavaria dan pedesaan Alpen lainnya.

Tujuan kota ini dibangun memang murni untuk pariwisata kuliner, terutama bagi masyarakat lokal.

Rencananya tempat ini menjadi pusat bar dan restoran, yang akan menjadi tujuan warga pulang dari kerja.

Sayangnya rencana itu gagal, dan sekarang Tonghui Town menjadi tempat bergaya Interlaken yang sepi

Yujiapu Financial District

Tidak hanya satu kota replika yang dibangun di Tianjin.

Selain Florentia Village yang replikanya Venesia, di kota pesisir itu pemerintahnya membangun Yujiapu Financial District, yang dibuat mirip Manhattan.

Untuk rencana ini pemerintah menggusur perkampungan nelayan yang sangat tua.

Termasuk replika dari Rockefeller dan Loincoln Center.

Rencananya Juilliard School cabang Tiongkok akan berlokasi di Yujiapu.

Hanya saja, pembangunannya terhenti di tahun 2019, dan sampai sekarang Yujiapu adalah kota mati.

Thames Town

Thames Town yang terletak di luar kota Shanghai.
Thames Town yang terletak di luar kota Shanghai. (By Huai-Chun Hsu - originally posted to Flickr as IMG_4308, CC BY 2.0, https://commons.wikimedia.org/w/index.php?curid=4041592)

Kota ala Inggris juga bisa ditemukan di dekat Shanghai. Namanya Thames Town, yang meniru beberapa kota Inggris kuno.

Menurut Insider, beberapa bangunan di kota tiruan ini benar-benar mengikuti persis bangunan aslinya di Inggris.

Thames Town sebenarnya adalah kompleks perumahan, yang diperuntukan bagi warga Shanghai.

Tujuannya agar masyarakat tidak tumpek-blek di Shanghai yang sudah terlalu padat.

Tema Inggris dipilih, agar lebih menarik bagi target pasar mereka.

Anting German Town

Masih di sekitar Shanghai, ada satu lagi kota yang meniru kota di Eropa, yakni Anting German Town.

Seperti namanya, kota ini meniru kota di Jerman. Namun, alih-alih membuat replika kastil dan kota kuno, pengembang kota ini memilih arsitektur modern Jerman di kota Stuttgart.

Tujuan pembuatannya agar warga Shanghai mau melakukan "transmigrasi" lokal, karena Shanghai sudah terlalu padat.

Kota ini dibuat untuk menampung 50.000 orang, lengkap dengan fasilitasnya.

Sayangnya, Anting German Town menambah panjang daftar kota baru yang gagal di Tiongkok, dan malah menjadi kota mati.

Holland Town Pudong

Sesuai namanya, kota ini meniru kota-kota di Belanda.

Menurut Insider, kota yang ditiru adalah Amsterdam dan wilayah Kattenbroek di Amersfoort.

Dua bangunan di sini adalah replika dari Netherlands Maritime Museum dan pusat perbelanjaan Bijenkorf di Amsterdam.

One City Nine Town

Di luar kota Shanghai ada proyek bernama One City Nine Town, yang isinya meniru kota dan bangunan terkenal dari Eropa.

Salah satunya terinspirasi dari kota-kota di wilayah Skandinavia, seperti kota Sigtuna di Swedia, gedung parlemen di Reykjavik, Islandia.

Sayangnya, proyek ini termasuk yang gagal, sehingga kota ini bagai kota mati.

Brezza Citta Pujiang

Shanghai juga memiliki kota yang terinspirasi kota-kota Italia. Namanya Brezza Citta di Pujian, luar kota Shanghai.

Berbeda dengan Florentia Village yang meniru arsitektur klasik, Brezza Citta meniru arsitektur Italia modern.

Arsitek proyek ini berasal dari Italia.

Nah, itulah kota-kota tiruan di Tiongkok, yang terlihat mirip dengan kota aslinya.

Ada yang cukup berhasil seperti Tianducheng, namun banyak yang gagal dan menjadi kota mati.

Uniknya, kota mati ini rupanya masih bisa menarik wisatawan, yang tertarik dengan latar belakangnya yang ironis.

Ikuti kami di
Penulis: AC Pinkan Ulaan
Editor: AC Pinkan Ulaan
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved