Wisata Sepeda

Menjelajah Karst Klapanunggal dengan Sepeda, Jalur Menantang dengan Pemandangan Indah

Petualangan menantang masih ada di sekitar Jakarta. Tim Warkot Gowes menyiksa sepeda dan betis dan menemukan tantangan dan keindahan di Klapanunggal.

Warta Kota/Murtopo
Jalan berbatu dan menanjak di kawasan karst Klapanunggal. 

Sudah pasti kondisi ini membuat sulit sekali mengendalikan sepeda.

“Jalan nanjak, nginjak batu lalu ban tergelincir itu tenaga besar banget seperti kebuang. Susah untuk memulai jalan lagi,” tutur Agus Munjul sambil tertawa kecut.

Tapi kami tidak menyesal karena memang sudah diniati. Kami bertiga melalui jalur itu dengan berbagai cara. Kadang tetap di atas sadel, kadang terpaksa mendorong.

Napas ngos-ngosan bersamaan dengan meningginya mentari, dan jalur yang tak kunjung ramah untuk digowes.

Di puncak bukit kami istirahat di bawah pohon, sambil menertawakan jalur yang barusan didaki. Tuh kan, kami tidak menyesal.

Jalan setapak antara Cioray dan Sodong.
Jalan setapak antara Cioray dan Sodong. (Warta Kota/Murtopo)

Tantangan lainnya

Puncak punggungan ditandai dengan pohon kapuk besar yang teduh sekali di bawahnya.

Jalur setapak di bukit kapur memang lumayan sulit didaki dengan bersepeda.

Meski gradiennya masih "ramah" untuk bersepeda, kerikil dan batuan lepasnya yang membuatnya jadi sulit dijinakkan.

Handlebar jadi sulit dikendalikan begitu ban menginjak batu yang bergoyang, atau menggelinding.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Editor: AC Pinkan Ulaan
Sumber: Warta Kota
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved