New Normal

Melanggar Aturan PSBB Transisi 2 Kali, Tebalik Kopi Kena Denda Progresif Rp 50 Juta

Tebalik Kopi terkena denda progresif Rp 50 juta karena dua kali melanggar aturas PSBB tansisi.

Instagram/satpolpp.dki
Kepala Stapol PP Dki Jakarta, Arifin, memarahi pengelola Tebalik Kopi, yang melanggar lagi protokol kesehatan masa PSBB transisi, Jumat (4/9/2020), meski tekah diingatkan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, sehari sebelumnya. 

Selain itu, kafe ini buka sampai dini hari, tepatnya pukul 02.00, sehingga pengunjung bisa nongkrong lebih lama sedikit.

Mereka mendapat bintang 4 dalam ulasan Google, yang merupakan hasil pendapat pengunjung. Kebanyakan pengunjung menyatakan tempat itu enak buat nongkrong.

Nmaun ada seorang pengulas yang menulis bahwa kopi di tempat itu tidak enak, karena terlalu banyak susu.

Sementara seorang lain menulis bahwa harga penganan dan minuman berbeda dari yang tercantum di menu.

Ada juga yang menulis pesanannya membutuhkan waktu cukup lama sampai dihidangkan ke tamu.

Bayar denda dulu

Menurut Kepala Stapol PP DKI Jakarta ini, pengelola diperbolehkan mengurus izin usaha melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) DKI Jakarta.
Namun sebelum beroperasi, mereka wajib menyetorkan pembayaran denda kepada Pemerintah.

“Kalau mau urus izin yah silakan, dan kalau izinnya sudah ada silakan restoran tersebut beroperasi lagi. Dengan catatan bahwa sanksi terhadap protokol kesehatannya juga harus dipatuhi, yaitu denda Rp 50 juta,” katanya.

“Denda Rp 50 juta karena itu pelanggaran yang kedua atau berulang,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Arifin juga heran dengan sikap pengelola yang cenderung menyepelekan aturan pemerintah.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Editor: AC Pinkan Ulaan
Sumber: Warta Kota
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved