Bioskop di Korea Selatan Boleh Beroperasi namun Tetap Kembang-kempis. Ini Penyebabnya

Industri bioskop di Korea Selatan kembang kempis, meski tetap boleh beroperasi. Ternyata ini penyebabnya.

Penulis: AC Pinkan Ulaan
Editor: AC Pinkan Ulaan
Pexels.com/Henry & Co
Lobi bioskop 

WARTA KOTA TRAVEL -- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyatakan akan membuka kembali bioskop, namun sampai saat ini belum ada tanggal pasti tempat hiburan tersebut dibuka.

Maklum saja, ketika rencana itu disampaikan ke publik, tanggapan pro dan kontra datang dari berbagai kalangan.

Sementara itu, kabar dari Korea Selatan (Korsel) menceritakan kesulitan yang dialami pengusaha bioskop akibat pandemi Covid-19 ini.

Sebagaimana dilansir kantor berita Yonhap, pengusaha bioskop yang sempat  menarik napas kini harus tahan napas lagi.

Penyebabnya adalah wabah virus corona 2 gelombang kedua, yang membuat warga Korsel takut berkunjung ke bioskop.

Rupanya, meskipun pemerintah setempat tidak menutup kembali bioskop, namun masyarakat yang memutuskan sendiri untuk tidak pergi nonton film di bioskop dulu, selagi virus corona 2 masih merajalela.

Pengurangan karyawan

Akibat dari keputusan masyarakat itulah bisnis bioskop kembali suram. Dampak lanjutannya adalah pengurangan karyawan dan penutupan beberapa teater.

Lotte Cultureworks, yang merupakan bagian dari Lotte Group, menyampaikan kepada Yonhap bahwa mereka menawarkan program pensiun dini kepada karyawan, dalam upaya restrukturisasi perusahaan.

Mereka yang bisa mengambil program ini paling tidak sudah bekerja selama 5 tahun.

Setidaknya dengan program ini pihak Lotte Cultureworks berusaha menghormati karyawan yang sudah bertahun-tahun bekerja.

Sebulan sebelumnya, perusahaan ini sudah memecat sejumlah karyawan muda, untuk mengurangi beban perusahaan.

Lotte Cultureworks ini yang memayungi unit Lotte Cinema, salah satu jaringan multipleks terbesar di negeri ginseng tersebut.

Unit lain di bawah perusahaan ini adalah Lotte Entertainment, yang memproduksi dan mendistribusikan film-film Hallyuwood, atau industri film Korsel.

"Kami sudah melakukan berbagai cara, seperti memotong gaji para direktur, cuti tidak dibayar, mengurangi jam kerja, menutup beberapa teater. Namun memecat karyawan tetap tak terhindari karena pandemi Covid-19 terus berlanjut," bunyi pernyataan dari pihal Lotte Cultureworks.

Jaringan multipleks besar lainnya di Korsel, CGV, sudah lebih dulu melakukan hal itu di bulan Maret dan April.

Bahkan CGV akhir memutuskan menutup sementara cabang mereka di Incheon International Airport, pada pekan terakhir Agustus lalu.

Turun drastis

Bioskop di Korsel sebenarnya sudah beroperasi kembali sejak Maret lalu, dan animo masyarakat ke bioskop terbilang tinggi.

Meski begitu, tetap saja jumlah orang yang datang tak bisa menutup kerugian sementara bioskop harus tutup selama sekitar sebulan sebelumnya.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved