New Normal

Catat, Kini Air Asia Kenakan Biaya Check-in di Kaunter di Bandara Sejumlah Negara

Air Asia akan mengenakan biaya check-in kepada penumpang kelas ekonomi, yang melakukan pendaftaran penumpang di kaunter di bandara.

Instagram/airasia
Air Asia Malaysia beroperasi kembali pada 29 April 2020, setelah 32 hari tak mengudara akibat pandemi Covid-19. 

WARTA KOTA TRAVEL -- Pandemi Covid-19 mendorong percepatan transformasi masyarakat dari analog ke digital.

Memang sih, transformasi ini agak terpaksa karena protokol kesehatan mengharuskan masyarakat menghindari kontak fisik.

Maka Air Asia menerapkan pendaftaran (check-in) secara daring (online) bagi calon penumpangnya.

Bahkan, untuk menggalakkan pedaftaran daring ini, maskapai penerbangan asal Malaysia itu mengumumkan akan menarik bayaran, bila calon penumpang melakukan check-in langsung di kaunter bandara.

Petugas konter check-in Air Asia Malaysia mengenakan kedok plastik saat bertugas, untuk mencegah penularan virus penyakit.
Petugas konter check-in Air Asia Malaysia mengenakan kedok plastik saat bertugas, untuk mencegah penularan virus penyakit. (Instagram/airasia)

Di mana

Sebagaimana dilansir dalam siaran persnya, untuk sementara ini check-in berbayar itu baru berlaku di beberapa negara, yakni Malaysia, Vietnam, Brunei Darussalam, Kamboja, Laos, Taiwan (Taipei, Kaohsiung), dan Amerika Serikat (Honolulu).

Biaya

Besarnya biaya check-in itu ialah 20 ringgit Malaysia untuk penerbangan domestik, dan 30 ringgit Malaysia untuk penerbangan Internasional.

Bila dikonversi ke rupiah, maka nilainya lebih dari Rp 70.000 untuk rute domestik, dan lebih dari Rp 105.000 untuk rute internasional.

Lumayan besar juga biayanya, sebab memang bertujuan agar calon penumpang melakukan check-in daring, yang tak dipungut biaya.

Opsi online check-in

Air Asia memberilan tiga opsi pendaftaran daring, yakni lewat situs Airasia.com, atau aplikasi ponsel pintar, bahkan kios pendaftaran mandiri di bandara.

Menurut AirAsia Group Chief Operations Officer, Javed Malik, pihaknya sudah berivestasi sangat besar untuk sistem online check-in, yang awalnya bertujuan untuk mempercepat proses pendaftaran penumpang.

"Pada masa pandemi Covid-19 ini, fasilitas pendaftaran mandiri ini menjadi krusial, dalam meminimalkan kontak fisik antara penumpang dan staf kami. Dalam dua bulan terakhir ribuan penumpang kami sudah memanfaatkan proses check-in tanpa kontak fisik ini, sehingga kami memutuskan menerapkannya untuk meningkatkan standar keselamatan dan keamanan dalam hal kesehatan bagi penumpang dan staf," kata Javed Malik dalam siaran pers.

Melampirkan dokumen perjalanan

Ditambahkannya, Air Asia disebutnya sebagai maskapai penerbangan pertama yang memungkinkan penumpang memasukkan hasil pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR), saat proses online check-in lewat laman Air Asia atau aplikasi ponsel pintar.

Dengan begitu, dokumen perjalanan penumpang tersebung langsung bisa diverifikasi, dan proses pendaftaran penumpang menjadi lebih efisien.

"Kami harapkan calon penumpang dapat memanfaatkan fasilitas ini,yang merupakan adaptasi kami terhadapa cara baru bepergian," ujar Javed Malik.

Pengecualian

Dalam siaran pers itu, Air Asia juga menyebutkan calon penumpang yang tidak wajib melakukan online chek-in. Mereka adalah penumpang yang membutuhkan asistensi selama penerbangan, penumpang kelas Premium Flex dan Premium Flatbed, penumpang yang penerbangannya mengalami kendala sehingga harus pindah ke penerbangan lain, serta bila situasi di bandara membuat kios pendaftaran mandiri tak berfungsi.

Untuk lebih jelasnya, penumpang bisa melihat laman "pertanyaan & jawaban" (FaQ) di situs Air Asia.

Ikuti kami di
Penulis: AC Pinkan Ulaan
Editor: AC Pinkan Ulaan
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved