Jumlah Penerbangan di Sejumlah Bandara Indonesia Berangsur-angsur Kembali Normal

Jumlah penerbangan di sejumlah bandar udara di Indonesia berangsur-angsur kembali normal, sebagai bagian dari pemulihan perekonomian.

Editor: AC Pinkan Ulaan
Istimewa/Angkasa Pura II
Staf darat Garuda Indonesia sedang bekerja di Bandara Soekarno Hatta. 

WARTA KOTA TRAVEL -- Setelah sempat tutup di masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB), jumlah penerbangan di sejumlah bandara di Indonesia berangsur-angsur normal.

Pembukaan kembali beberapa rute penerbangan merupakan bagian dari rencana pemulihan perekonomian negara.

Pesawat Garuda Indonesia sedang taxi di Bandara Internasional Soekarno Hatta.
Pesawat Garuda Indonesia sedang taxi di Bandara Internasional Soekarno Hatta. (Istimewa/Angkasa Pura II)

Setelah terhuyung-huyung kena gebuk pandemi Covid-19, negara-negara di dunia berusaha bangkit dan berdiri tegak kembali. Termasuk Indonesia.

Maka industri transportasi menjadi salah satu pilar untuk menyokong kebangkitan itu. Transportasi udara adalah salah satunya.

Karena itulah PT Angkasa Pura II ingin menggairahkan kembali penerbangan di 19 bandar udara yang dikelolanya.

Bisnis inti

“Strategi yang kami tetapkan adalah kembali ke bisnis inti (back to the core business), yakni bisnis aeronautika," kata President Director PT Angkas Pura II (Persero), Muhammad Awaluddin.

Katanya, transportasi udara memiliki 3 kelebihan dibandingkan moda transportasi lainnya.

Pertama, fleksibilitas yang ditandai dengan besarnya jumlah pergerakan pesawat.
Misalnya, jika ada permintaan yang cukup besar maka maskapai pasti akan membuka rute atau meningkatkan frekuensi penerbangan.

“Kedua, penerbangan juga memiliki kapasitas yang ditandai dengan kemampuan atau daya angkut yang cukup besar, dan dapat dimobilisasi secara cepat," ujar Awaluddin, Senin (24/8/2020).

Ketiga, konektivitas. Moda transportasi udara adalah moda transportasi yang paling cepat dan efisien untuk membuka akses ke dan dari suatu daerah. Terlebih Indonesia yang merupakan negara kepulauan.

Tindakan strategik

Bersama pemangku kepentingan lainnya, PT Angkasa Pura II menjalankan tiga strategi operasional, yakni meningkatkan utilisasi slot penerbangan, mengaktifan kembali rute-rute yang sempat ditutup karena pandemi, dan meningkatan frekuensi penerbangan di rute yang telah aktif.

"Di saat bersamaan kami juga menjalankan "Safe Travel Campaign", guna memberi keyakinan kepada masyarakat,” kata Awaluddin.

“Tiga strategi itu kami jalankan sejak Juli 2020, atau sekitar 3-4 bulan sejak kasus pertama Covid-19 di Indonesia. Kami berupaya menggerakkan permintaan melalui penawaran. Dan hasilnya pada Juli – Agustus, indikator menunjukkan bahwa pemulihan penerbangan di 19 bandara PT Angkasa Pura II sudah terlihat,” tandas Awaluddin. (Andika Panduwinata)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved