New Normal

Hore, Pertunjukan Musik Akustik Boleh Digelar Secara Live di Kafe dan Restoran di DKI Jakarta

Kafe dan restoran sudah boleh tampilkan pertunjukan musik hidup. Namun hanya jenis musik akustik.

Editor: AC Pinkan Ulaan
Pexels.com/Quoc Bao
Pertunjukan gitar akustik sekarang boleh dilakukan di kafe dan restoran di DKI Jakarta, pada pasa PSBB transisi fase 1 jilid 4. 

WARTA KOTA TRAVEL -- Kafe dan restoran di DKI Jakarta kini boleh menggelar pertunjukan musik hidup.

Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) DKI Jakarta kini memperbolehkan pertunjukan musik hidup, atau live music, pada perpanjangan keempat PSBB transisi fase pertama, yang akan berlangsung sampai 27 Agustus 2020.

Tapi, hanya penampilan musik akustik yang terdiri dari dua orang.

“Hanya akustik yang diperbolehkan. Kalau untuk alat musik elektrik (memakai listrik) dan band musik belum diperbolehkan,” kata Bambang Ismadi, Kepala Bidang Industri Pariwisata pada Disparekraf DKI Jakarta pada Sabtu (22/8/2020).

Menurut Bambang Ismadi, keputusan itu telah tertuang dalam SK Kadisparekaf DKI Jakarta Nomor 2976 tahun 2020.

Surat yang diteken pelaksana tugas (Plt) Kadisparekraf DKI Jakarta, Gumilar Ekalaya, itu membahas tentang Perpanjangan Pelaksanaan PSBB Masa Transisi Dalam Rangka Penanganan Pencegahan dan Penularan Covid-19 di Sektor Pariwisata Menuju Masyarakat Sehat, Aman dan Produktif.

Pertimbangan

Bambang mengatakan, ada beberapa pertimbangan pihaknya belum mengizinkan band musik yang memakai alat musik listrik.

Di antaranya adalah kekhawatiran memancing pengunjung turun ke lantai dansa, dan membuat mereka justru berlama-lama di restoran. Ujung-ujungnya adalah menimbulkan kerumunan.

“Jadi hanya gitar dan penyanyi saja, selain itu tidak boleh,” ujar Bambang.

Menurut dia, sebetulnya dinas menyarankan pelaku restoran atau tempat makan yang menyuguhkan musik hidup, untuk menayangkan musik secara virtual.

Cara ini dianggap paling efektif untuk mencegah kerumunan, yang berdampak kepada penularan Covid-19 antar-pengunjung.

Menghidupi

Disparekraf memberi izin musik hidup model akustik, karena untuk menghidupi para musisi yang telah bekerja sama dengan restoran.

“Virtual dan direkam boleh karena itu memang kami sarankan sejak awal. Untuk pertunjukan DJ (disc jockey) belum boleh,” tambahnya.

Bambang menambahkan, pihaknya bakal menerbitkan surat edaran kepada para pelaku restoran yang menyediakan musik hidup. Harapannya agar mereka tetap mematuhi aturan soal jenis pertunjukan musik ini.

“Supaya mereka juga enggak salah paham. Nanti disangka pemain musiknya boleh 15 orang gitu misalnya. Jadi enggak begitu karena ada aturan,” katanya.

“Untuk teknis seperti jumlah personel dan komposisinya, akan kami berikan supaya lebih jelas,” lanjut Bambang.

Sebelum ini, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) DKI Jakarta telah merevisi regulasi pembukaan tempat pariwisata, saat perpanjangan keempat PSBB transisi fase pertama dari 14-27 Agustus 2020.

Dari 23 sektor yang awalnya diizinkan beroperasi, kini hanya 13 sektor yang boleh beroperasi.

Sektor pariwisata yang awalnya diperbolehkan seperti bioksop, gym, bola sodok (billiard) dan sebagainya, sekarang dilarang. Soalnya rawan terhadap penularan Covid-19 antar-pengunjung di lokasi tersebut.

Penjelasan 13 sektor industri pariwisata, yang diperbolehkan beroperasi itu, terdapat dalam Surat Kadis Parekraf DKI Jakarta yang telah direvisi. (Fajar Al Fajri)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved