New Normal

Tetap Sehat dan Aman ketika Mendaki Gunung di masa Pandemi Covid-19

Mendaki gunung yang aman dan sehat di masa pandemi Covid-19, menurut petunjuk pendaki senior Indonesia, Ripto Mulyono.

Warta Kota/AC Pingkan
Pemandang pagu di Kawah Gunung Ijen, Situbondo, Jawa Timur. 

"Pokoknya sekarang ini jangan berkerumun dulu deh, demi kesehatan. Apalagi dengan kelompok lain, karena kita kan enggak tahu dia dalam perjalanan ke gunung ketemu siapa saja," ujar Mul.

Meski pun badan sudah lelah dan ingin beristirahat sejenak, disarankan mencari tempat yang kosong agak jauh dari kelompok pendaki lain.

Imbauannya soal berkerumun itu juga termasuk dalam hal mendirikan tenda untuk bermalam. Terutama di tempat kemping yang luas seperti Alun-alun Suryakencana di Gunung Gede, Pondok Selada di Gunung Papandayan.

"Dengan kesadaran sendiri membuat camp-nya jangan berdekatan. Bikin kavling sendiri. Pokoknya jangan sampai gunung menjadi klaster baru," katanya lagi.

Berkemah di Puncak 2 Gunung Guntur, Garut, Jawa Barat.
Berkemah di Puncak 2 Gunung Guntur, Garut, Jawa Barat. (Warta Kota/AC Pingkan)

Jangan salaman

Salah satu kebiasaan pendaki gunung di Indonesia selama ini adalah, bila bertemu kelompok pendaki lain yang merupakan kenalannya, akan bergabung dan melakukan perjalanan bersama.

Untuk sementara kebiasaan ini disarankan tidak dilakukan lagi pada masa ini, untuk jaga-jaga saja.

"Juga ada kebiasaan salaman di antara pendaki. Itu juga jangan dulu deh. Kalau saya langsung sikap 'namaste' (mengatupkan dua tangan di depan dada), dan orang-orang sudah tahu artinya," ujar Mul, yang juga dikenal sebagai pendaki gunung yang ramah.

Mul mengaku sangat ketat dalam menerapkan aturan ini, demi menjaga kesehatannya dan keluarganya. Dia dengan jelas mengatakan, usianya yang sudah kepala 5 menjadi salah satu dasar pertimbangannya.

Pria yang pernah mendaki gunung Carstensz Pyramid, Aconcagua, beberapa gunung di Nepal ini menjadi salah satu orang yang diminta Kemeparekraf mengulas CHSE wisata pendakian gunung, sebelum diterbitkan pada 17 Agustus 2020.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: AC Pinkan Ulaan
Editor: AC Pinkan Ulaan
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved