New Normal

Penumpang dari Indonesia Sudah Boleh Transit di Bandara Changi, bila Gunakan Penerbangan SIA Group

Singapura sudah menerima kembali penumpang pesawat dari Indonesia, untuk transit di Bandara Changi.

Penulis: AC Pinkan Ulaan
Editor: AC Pinkan Ulaan
Instagram/singaporeair
Pesawat A330 milik Singapore Airlines tengah lepas landas dari Chubu Centrair International Airport, Jepang. 

Katanya jumlah itu hanya meningkat sedikit dibandingkan bulan Juni, saat Bandara Changi dibuka kembali.

Menteri Transportasi Singapura, Ong Ye Kung, menyatakan pada pekan lalu, pada hari paling sibuk saat ini, jumlah penumpang transit tidak lebih dari sepertiga kapasitas bandara terbesar di Asia Tenggara tersebut.

Rata-rata jumlah penumpang transit pada masa ini hanya 400 orang per hari. Jika angka itu dihitung untuk setahun, hanya 150.000-an penumpang.

Padahal di masa sebelum pandemi Covid-19, jumlah penumpang transit di Changi selama setahun mencapai 20 juta orang.

Jumlah penerbangan juga masih sangat kecil dibandingan masa kenormalan yang lama, yakni 150 per hari. Padahal sebelumnya Changi melayani 1.000 penerbangan per hari.

Jalur hijau

Untuk membantu maskapai penerbangan dalam negeri dan perusahaan pengelola bandara, Kementerian Transportasi tengah mempertimbangkan "jalur hijau" di Bandara Changi, bagi turis asal negara-negara yang situasi pandemi Covid-19-nya setera Singapura atau lebih baik.

Jalur Hijau adalah sebutan bagi skema pengendalian penularan virus corona 2, di mana pendatang dari negara-negara tersebut tak perlu melakukan karantina mandiri selama 14 hari.

Hanya saja, Singapura meminta kebijakan Jalur Hijau itu harus resiprokal. Yang artinya, negara bersangkutan juga harus mengizinkan warga Singapura berkunjung ke negara tersebut, tanpa kewajiban melakukan karantina mandiri 14 hari.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved