Inilah Cara Thailand dan Malaysia Membangkitkan Kembali Industri Pariwisata

Thailand dan Malaysia menggunakan dua cara berbeda, untuk merangsang warganya berlibur di dalam negeri.

Penulis: AC Pinkan Ulaan
Editor: AC Pinkan Ulaan
Pexels
Ilustrasi liburan bersama bayi. 

WARTA KOTA TRAVEL -- Agar industri pariwisata tidak benar-benar KO, maka pemerintah setiap negara segera melakukan tindakan penyelamatan.

Selain melakukan kebijakan stimulus ekonomi, dirancang pula program pariwisata domestik untuk membangkitkan kembali industri pariwisata.

Wisatawan domestik adalah sasaran yang paling masuk akal di masa pandemi Covid-19 ini, sebab lebih mudah digerakkan dibandingkan wisatawan mancanegara.

Alasan utamanya, wisatawan asing tampaknya masih ogah bepergian jauh-jauh dari rumahnya, karena  takut tertular Covid-19 di perjalanan.

Thailand dan Malaysia merupakan dua negara tetangga Indonesia di kawasan Asean, yang pemerintahnya meluncurkan paket wisata domestik bagi warganya.

Pertambahan kasus Covid-19 kecil

Kedua negara ini sangat yakin untuk memulai program ini, sebab tingkat pertambahan kasus Covid-19 di negara mereka sangat rendah.

Di Thailand, rata-rata pertambahan kasus Covid-19 baru adalah 4,5 per hari. Sementara di Malaysia rata-rata pertambahan kasus harian adalah 13.

Bandingkan dengan Indonesia yang rata-rata pertambahan kasusnya di atas 1.500 per hari.

Thailand: subsidi

Sebagaimana diwartakan Channels News Asia (CNA), Pemerintah Thailand memberikan promo menarik bagi warganya, yang berkenan berlibur di dalam negeri pada kurun waktu 1 Juli sampai 31 Oktober 2020.

Mereka bisa memperoleh potongan harga 40 persen, atau paling banyak 3.000 bath (Rp 1,43 juta) dari tarif normal kamar hotel per malam.

Pemerintah Thailand mensubsidi yang 40 persen dari tarif normal itu, dalam program berjudul "We Travel Together". Dengan begitu industri pariwisata di negeri berjuluk Gajah Putih bisa bergerak lagi.

Tersedia 5 juta malam yang bisa dinikmati oleh warga Thailand. Hanya saja, tarif subsidi itu hanya diberikan untuk 5 malam per orang.

Warga Thailand yang tertarik bisa mendaftar secara daring, sehingga tarif subsidi langsung diberikan saat mereka melakukan pemesanan kamar.

Bukan hanya kamar hotel yang disubsidi, Pemerintah Thailand juga mensubsidi tiket pasawat terbang.

Ada 2 juta tiket subsidi yang bisa diperoleh masyarakat, Besaran subsidinya juga 40 persen, atau tak lebih dari 1.000 bath (Rp 474.150) per kursi.

Menurut Thapanee Kiatphaibool, pejabat di Tourism Authority of Thailand (TAT), program ini cukup diminati warga pada akhir pekan.

Kini pihaknya sedang berusaha agar masyarakat Thailand juga tertarik berlibur di hari kerja.

Karena itu pihaknya sedang menyiapkan program seperti staycation dan "bekerja dari mana saja", sehingga masyarakat tertarik berlibur di hari kerja.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved