Wisata Bekasi

Pemkab Bekasi Anggarkan Rp 36,9 miliar untuk Dirikan Museum Sejarah Bekasi

Pemkab Bekasi menganggarkan Rp 36,9 miliar, untuk merevitalisasi Gedun Juang 45 Tambun menjadi museum.

Editor: AC Pinkan Ulaan
Istimewa/Humas Pemkab Bekasi
Gedung Juang 45 di Tambun, Kabupaten Bekasi tengah direvitalisasi untuk dijadikan museum sejarah Bekasi. 

WARTA KOTA TRAVEL -- Wisata sejarah tak pernah lekang oleh zaman, karena semakin lama semakin menarik.

Karena itu Pemerintah Kabupaten Bekasi mengalokasikan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2020 sebesar Rp 36,9 miliar, untuk revitalisasi Gedung Juang 45 Tambun menjadi obyek wisata sejarah.

Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja saat meninjau proses revitalisasi Gedung Juang 45 Tambun, di Jalan Sultan Hasanudin, Desa Setia Darma, Kecamatan Tambun Selatan.
Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja saat meninjau proses revitalisasi Gedung Juang 45 Tambun, di Jalan Sultan Hasanudin, Desa Setia Darma, Kecamatan Tambun Selatan. (Istimewa/Humas Pemkab Bekasi)

Gedung tua yang terletak di Jalan Sultan Hasanudin, Desa Setia Darma, Kecamatan Tambun Selatan itu akan difungsikan sebagai museum perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia, khususnya yang terjadi di wilayah Bekasi.

Gedung Juang 45 Tambun itu sendiri merupakan bangunan bernilai sejarah bagi Kabupaten Bekasi.

Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Bekasi, Rahmat Atong, mengatakan kegiatan revitalisasi Gedung Juang akan dimulai setelah proses lelang.

Proses itu sendiri sudah selesai dilaksanakan pada beberapa hari lalu.

Revitalisasi itu meliputi perbaikan atap yang rusak, hingga penataan menjadi lokasi wisata sejarah di Kabupaten Bekasi.

"Gedung Juang ini ikon kebanggaan warga Kabupaten Bekasi. Bangunan bersejarah, maka harus dijaga dan dipelihara dengan baik," kata Rahmat, Minggu (9/8/2020).

Rahmat mengungkapkan bahwa pihaknya tetap mengalokasikan anggaran untuk revitalisasi itu, meskipun sejumlah kegiatan lain harus ditunda akibat kebijakan refocusing guna penanganan Covid-19.

Ikon baru

Alasannya karena menjadi proyek revitalisasi itu merupakan salah satu target prioritas pembangunan tahun ini, agar Kabupaten Bekasi memiliki ikon daerah selain alun-alun dan air mancur.

"Sesuai arahan Pak Bupati, penataan Gedung Juang untuk dijadikan museum diorama tetap direalisasikan tahun ini," kata Rahmat.

Harapannya, dengan revitalisasi ini bangunan bersejarah itu dapat menjadi destinasi wisata warga Bekasi maupun luar Bekasi.

"Ya kita tahu dulu hanya bangunan gedung tok. Nanti ini ditata benar-benar, ada pusat informasi sejarah gedung itu dan Bekasi secara umumnya," katanya.

Proyek revitalisasi ditargetkan selesai pada tahun 2020, dan bisa menjadi tujuan wisata pada liburan akhir tahun.

"Target Desember 2020 ini, semoga menjadi sutu ikon baru dan destinasi wisata sejarah," lanjut Rahmat.

Sejarah Bekasi

Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja, mengatakan revitalisasi ini bertujuan menjadikan Gedung Juang 45 sebagai museum, yang menampilkan perjalanan sejarah Bekasi sejak masa prasejarah hingga sekarang.

Diharapkan, kehadiran museum itu bisa membuat masyarakat Kabupaten Bekasi tidak perlu jauh jauh berekreasi ke wilayah lain.

Edukasi sejarah di Gedung Juang ini bakal dibuat dengan konsep museum digital.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved