Wisata Sepeda

Perjalanan Iwan Sunter di Himalaya: Dikagumi Orang Rusia dan Kangen Suara Azan

Meski hanya bekerja sebagai kuli pasar, Iwan Sunter berhasil mewujudkan mimpinya bersepeda di Himalaya.

Editor: AC Pinkan Ulaan
Dok. pribadi
Iwan Budiyanto di puncak Thorong La, titik tertinggi di Bumi yang bisa dicapai menggunakan sepeda, pada 23 April 2018. 

Dengan cara itu dia bisa memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, dan membiayai anak semata wayang yang kini bersekolah dan ikut ibunya di Lampung.

Di sela kesehariannya Iwan tetap menyimpan hasrat untuk bertualang.

Iwan mengatakan, perjalanan jarak jauh dengan segala suka duka yang dialami selalu mengingatkan dia untuk mengembalikan seluruh dirinya pada Sang Khalik.

“Kita jalan itu selalu diingatkan untuk mensyukuri seluruh yang diberikan. Fisik baik, bisa melihat keindahan ciptaanNya, itu membuat hidup kita ini penuh syukur,” tutur Iwan.

Itu pula yang membuatnya selalu rindu kepada penjelajahan di alam bebas.

Rencana berikutnya yang mau dilakukan adalah menempuh perjalanan Jakarta-Surabaya dengan inline skate.

Kegiatan yang akan digelar 2020 itu terpaksa ditunda karena pandemi Covid-19, dan entah kapan dapat terwujud.

Soal ada orang yang meragukan perjalanannya, Iwan tak ambil pusing. Dia berusaha jujur dengan dirinya sendiri, dan memegang prinsip jalankan apa yang sudah direncanakan seoptimal mungkin.

“Kalau ada yang meragukan ya biarkan saja, mungkin itu masalah pribadinya saja belum kenal sama saya. Pernah ada senior yang bilang foto saya editan, saya diam saja, yang menerangkan malah kawan lain yang tahu perjalanan saya dan akhirnya senior itu minta maaf,” tuturnya.

Tetaplah bermimpi

Kepada para peminat kegiatan bersepeda jarak jauh yang baru memulai kegiatannya, Iwan berpesan untuk tetap menjaga mimpi.

Impian tentang perjalanan jarak jauh itu menjadi api yang membakar semangat untuk menjelajah.

“Yang penting punya kemauan dulu, setelah itu ikuti saja jalannya dengan mempersiapkan semua yang diperlukan. Pasti ada jalan,” tuturnya dengan mantap.

Menjelang senja, kami beranjak ke pinggiran Danau Sunter. Duduk-duduk menikmati mentari terbenam di langit biru kelam, sambil melihat lalu lalang orang berolahraga sore itu.

Kami selesaikan cerita hari itu untuk merangkai kembali cerita lain di perjalanan yang akan datang. (max/mur/ote)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved