B747 Gen-X Mulai Pensiun yang Milenial Masih Ada di Maskapai ini

Sejumlah maskapai penerbangan mulai mengistirahatkan armada B747 mereka pada tahun ini. Namun beberapa lainnya tetap menerbangkan si jumbo jet.

Editor: AC Pinkan Ulaan
Pixabay/rkarkowski, Boeing Dreamscape / CC BY (https://creativecommons.org/licenses/by/2.0)
Boeing 747 terbang malam 

WARTA KOTA TRAVEL -- Masyarakat Australia baru saja mengucapkan salam perpisahan kepada pesawat jenis Boeing 747, ketika pesawat dengan nomor penerbangan QF7474 mengudara dari Bandara Sydney pada Rabu (22/7) waktu setempat.

Hari itu, pesawat terbang milik maskapai Qantas tersebut melakoni perjalanan terakhirnya, menuju daratan Amerika Serikat dan tak akan kembali lagi ke benua kanguru.

Sesampainya di "tanah kelahirannya" itu, pesawat yang diberi nama Longreach tersebut pensiun, dan masuk "panti jompo" pesawat tua di Gurun Mojave.

Maklum, usianya sudah hampir 50 tahun, dan hampir 50 tahun pula dia melayani masyarakat Australia, dan membuat sejarah.

B747 yang memiliki julukan Queen of the Sky itu pernah membawa Ratu Elizabeth II ke Australia.

Kemudian pesawat ini juga pernah dinaiki Paus dan kontingen Australia ke beberapa Olimpiade.

Sebagaimana diwartakan BBC, sekitar 150 orang yang menyaksikan penerbangan terakhir itu, dan mata mereka basah oleh air mata saat melihat roda pesawat berbadan besar itu terangkat dari landas pacu, dan kemudian pesawat tersebut menghilang di langit.

Para pilot yang mengemudikan pesawat itu lalu mengucapkan salam perpisahan, dengan cara terbang berbelok-beleok sehingga di monitor menara pengawas Bandara Sydney tampil kanguru sedang meloncat.

Lambang maskapai Qantas itu adalah jejak terakhir B747 di langit Australia.

Qantas memang sudah berencana mengistirahatkan B747-nya pada akhir tahun 2020.

Hanya saja pandemi Covid-19 memaksa pesawat berjulukan jumbo jet itu pensiun dini, karena mereka harus mengurangi penerbangan.

Setengah abad

Bukan hanya Qantas yang akan memberi pensiun kepada armada B747 mereka, sebab banyak maskapai lain juga akan menghentikan karier si 747 ini karena usianya yang sudah tua.

Bayangkan, pesawat B747 pertama usianya saat ini sudah 51 tahun 7 jalan 8 bulan. Sementara B747 termuda, tipe B747-8, mungkin saat ini usianya sekitar 24 tahun.

Bila diibaratkan dengan manusia, jumbo jet generasi pertama adalah para Gen-X, sedangkan generasi adalah Gen-Y alias Milenial.

Para traveller muda, terutama pencinta perjalanan udara, mungkin sedang gundah saat ini, karena belum pernah merasakan terbang dengan si jumbo jet.

Celakanya, pandemi Covid-19 yang entah kapan berakhirnya ini membuat keinginan jalan-jalan ke luar negeri harus direm dulu. Soalnya warga negara Indonesia belum diizinkan berkunjung, akibat angka kasus Covid-19 yang tinggi.

Tapi jangan khawatir, sebab menurut laman The Points Guy masih ada sejumlah maskapai penerbangan yang akan mengoperasikan B747, terutama tipe 747-400 dan 747-8 yang usianya baru 25-an tahun.

Inilah beberapa maskapai yang masih akan menjelajah langit dengan jumbo jet:

Lufthansa

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved