Paris Punya Bioskop Terapung mulai Malam ini sampai Agustus

Masyarakat Paris dihibur kegiatan "layar tancap" di tengah danau, pada Sabtu (18/7) malam waktu setempat

Penulis: AC Pinkan Ulaan
Editor: AC Pinkan Ulaan
Pexels.com/Thorsten Technoman
Menara Eiffel sebagai ikon kota Paris, Prancis. 

WARTA KOTA TRAVEL -- Baru saja Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memutuskan untuk menunda pengoperasian kembali bioskop.

Salah satu dasar pertimbangan keutusan itu adalah jumlah kasus penderita Covid-19 di DKI Jakarta terus bertambah.

Kondisi itu membuat Pemprov memperpanjang masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi fase 1 sampai akhir Juli nanti.

Bioskop memang dianggap sebagai tempat yang memiliki risiko tinggi dalam penyebaran virus, terutama virus corona penyebab Covid-19.

Pasalnya ruangan bioskop tertutup sehingga udara dari alat pendingin ruangan hanya bersirkulasi di situ-situ saja.

Bila ada satu saja orang penderita Covid-19 di sana, para penonton lainnya bisa terpapar oleh virus corona dari orang itu, yang keluar saat orang itu mengembuskan napas.

Mengingat tingkat risiko gedung bioskop yang tinggi, maka di benua Eropa, terutama di negara-negara yang sudah melakukan masa transisi, tidak menonton film di bioskop.

Mereka memilih menggelar "layar tancap" di lapangan, menikmati film di udara terbuka, yang risiko penularannya jauh lebih rendah.

Apalagi sekarang sedang musim panas, sehingga masyarakat senang melakukan kegiatan luar ruang.

Layar tancap di danau

Bahkan, sebagaimana dilansir laman Forbes, Paris, Ibu Kota Prancis, akan menggelar kegiatan "layar tancap" yang sangat unik pada Sabtu (18/7) malam waktu setempat.

Uniknya karena layarnya akan mengapung di danau bernama Bassin de la Villette, dan penontonnya duduk di perahu.

Tentu saja istilah "layar tancap" itu hanya istilah Warta Kota Travel, sebab yang akan digunakan di kegiatan di Paris itu adalah monitor elektronik yang sangat besar, seperti yang biasa digunakan sebagai baliho iklan di Jakarta.

Monitor besar itu akan dipasang di atas ponton yang ditambatkan di tepi danau.

Para penontonnya ada yang duduk di 38 perahu kecil bertenaga listrik yang disediakan panitia, atau bisa duduk di pinggiran danau.

Pengunjung yang ingin menonton dari kapal, harus memesan tempat karena jumlah perahu yang terbatas.

Sementara di bantaran danau, penyelenggara kegiatan ini menyediakan 150 kursi. Untuk mendapatkan tempat itu, calon penonton juga harus memesan jauh-jauh hari.

Film yang akan diputar bertajuk Le Grand Bain karya sutradara Gilles Lellouche.

Kabarnya film ini sangat menarik, karena menceritakan perjuangan sekelompok pria paruh baya yang ingin mengikuti kompetisi renang indah.

Paris Plages

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved