Disparekraf DKI Jakarta Batal Beri Izin Tempat Wisata Beroperasi Kembali

Disparekraf DKI Jakarta menarik izin beroperasi kembali sejumah tempat wisata termasuk bioskop, karena situasi pandemi Covid-19 di Jakarta buruk.

Warta Kota
Pengunjung antre membeli tiket bioskop di Mal Taman Anggrek. 

WARTA KOTA TRAVEL -- Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI Jakarta membatalkan pemberian izin operasi tempat pariwisata, begitu Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperpanjang pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi fase pertama.

Disparekraf juga merevisi Surat Keputusan (SK) Kepala Dinas Parekraf DKI Jakarta Nomor 140 tahun 2020.

SK itu berisi Perpanjangan Fase I Pelaksanaan PSBB Masa Transisi Dalam Rangka Penanganan Pencegahan Penularan Covid-19 di Sektor Usaha Pariwisata Menuju Masyarakat Sehat, Aman dan Produktif, sebagai dasar pemberian izin tersebut.

Cucu Ahmad Kurnia, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) DKI Jakarta, di kantornya pada Selasa (5/5/2020)
Cucu Ahmad Kurnia, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) DKI Jakarta, di kantornya pada Selasa (5/5/2020) (Warta Kota/Janlika Putri)

Kadis Parekfraf DKI Jakarta, Cucu Ahmad Kurnia, mengatakan berbagai kegiatan pariwisata yang terpaksa ditunda adalah bioskop, produksi film, penyelenggaraan pertunjukan atau nobar di ruang terbuka, pameran, bermain golf, sasana kebugaran (gym), bola sodok (billiard), bowling, ice skating, dan sebagainya.

Cucu terpaksa menarik izin itu karena kondisi Covid-19 di Jakarta belum stabil.

“Naik lagi (kasus Covid-19), jadi nanti sampai benar-benar kondusif (akan dibuka kembali),” kata Cucu pada Kamis (16/7/2020).

Cucu mengaku sudah mengabarkan soal pembatalan izin ini kepada pelaku usaha. Sejauh ini mereka memahami keputusan yang dikeluarkan kantornya.

“Untuk skala (pariwisata) indoor juga belum buka, seperti bowling dan lain-lain,” ungkapnya.

Menurut Cucu, pelaku usaha bioskop memang belum ada yang beroperasi, karena mereka berencana akan membuka tempat usahanya secara serentak pada 29 Juli 2020.

“Itu juga kalau sudah dapat izin dari kami. Tapi untuk sementara ditunda dulu (pembukaan bioskop),” ujar Cucu.

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta telah mengizinkan sejumlah tempat pariwisata untuk kembali beroperasi, mulai 6 Juli 2020.

Ada protokol kesehatan yang harus dilakukan saat bioskop membuka pintunya kembali. Seperti mengosongkan satu kursi antar penonton.

Bahkan anak di bawah usia 9 tahun dan orang dewasa di atas usia 50 tahun dilarang datang menonton di bioskop. Alasannya karena mereka rawan tertular Covid-19. (Fajar Al Fajri)

Tata Cara Menonton Bioskop Berubah Akibat Pandemi Covid-19. Beginilah Kira-kira Kebiasaan Barunya

Sabar Ya, Nonton di Bioskop Baru Bisa Dilakukan pada 29 Juli 2020

Inilah yang Menyebabkan Bakso Lobster Permata Murah Harganya

Ikuti kami di
Editor: AC Pinkan Ulaan
Sumber: Warta Kota
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved