Wisata Jakarta

Museum Bahari Jakarta Jajaki Kerja Sama dengan TNI AL untuk Menambah Koleksi

Museum Bahari Jakarta menjajaki kerja sama dengan TNI Angkatan Laut, untuk menambah koleksi museum.

Editor: AC Pinkan Ulaan
Warta Kota
Museum Kebaharian Jakarta sedang menyelenggarakan pameran Ragam Perahu Tradisional Nusantara pada 23 November sampai 22 Desember 2019. 

WARTA KOTA TRAVEL --  Musibah kebakaran yang melanda Museum Bahari Jakarta pada 16 Januari 2018, turut menghanguskan sebagian besar koleksinya.

Hal itu sangat disayangkan, mengingat koleksi museum adalah benda yang memiliki sejarah, dan tak banyak yang tak ada gantinya.

Bangunan yang dulu terbakar kini sudah selesai direnovasi.
Bangunan yang dulu terbakar kini sudah selesai direnovasi. (Warta Kota/Junianto Hamonangan)

Namun mau apa lagi, benda yang berubah menjadi abu itu tak bisa lagi diperbaiki ke bentuk semula, kecuali menggunakan sihir.

Meski koleksi yang rusak dalam musibah kebakaran itu tak tergantikan, namun Museum Bahari akan memperoleh koleksi baru dari Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL).

Kedua belah pihak masih menjajaki soal kerja sama ini.

Kepala Unit Pengelola Museum Kebaharian Jakarta, Berkah Shadaya, mengatakan pihaknya sedang menjajaki kerja sama dengan TNI AL, untuk mengganti koleksi yang mengalami kerusakan.

"Kita mau kerja sama dengan TNI AL, masih tahap pengumpulan data," kata Berkah, Selasa (14/7).

Tidak terpakai

Pihak TNI AL bisa membantu dengan menyumbangkan benda-benda yang berkaitan dengan kapal dan peralatannya. Nantinya benda koleksi baruitu bisa ditempatkan di Gedung A dan Gedung C.

"Ada alat navigasi, teropong, benda yang sudah tidak terpakai oleh TNI AL. Daripada jadi barang busuk ya kita minta didihibahkan saja," ujar Berkah.

Namun demikian, Berkah mengatakan belum bisa memastikan kapan proses itu akan selesai. Satu hal yang pasti, proses tersebut sudah dimulai sejak awal tahun oleh pendahulunya.

"Itu (selesainya) bisa ditanyakan ke TNI AL, karena saat ini masih tahap pengumpulan bahannya. Jadi akan ada berbagai divisi kumpulkan benda-benda itu," ujar Berkah.

Sebagian Gedung A dan Gedung C Museum Bahari Jakarta, yang hangus terbakar dalam musibah sekitar 2,5 tahun lalu itu, kini sudah berdiri kembali dan tampak cantik.

Beberapa koleksi yang berhasil diselamatkan juga sudah dipamerkan seperti semula.

Hanya saja, kedua gedung yang telah selesai direnovasi sejak akhir tahun lalu belum dibuka kembali. Bangunan itu saat ini masih tertutup bagi para pengunjung.

Beberapa tukang masih mengecat dinding luar gedung yang terbakar di tahun 2018.
Beberapa tukang masih mengecat dinding luar gedung yang terbakar di tahun 2018. (Warta Kota/Junianto Hamonangan)

"Kebetulan belum ada serah terima dari pelaksana kemarin. Namun dalam waktu dekat serah terima ke Dinas (Kebudayaan DKI Jakarta)," kata Berkah.

Pasalnya, sesuai kontrak dengan pelaksana renovasi, enam bulan pertama sejak rampungnya proses renovasi masih menjadi kewajiban pelaksana proyek.

Setelah bangunan itu diserahkan, baru bisa digunakan oleh pihak Museum Bahari Jakarta.

"Jadi masih tanggung jawab mereka, belum diserahkan ke Dinas. Dari dinas baru diserahkan ke kita untuk dimanfaatkan," tandas Berkah. (Junianto Hamonangan)

Museum Bahari Lahir di Tanggal Cantik 43 Tahun Lalu

Pengalaman Indiana Jones Sekaligus Hotel Bintang Lima di The Museum Hotel Antakya

Eksplorasi Kawasan Kota Tua Jakarta Menggunakan Bus Gratis

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved