Wisata Jakarta

Museum Bahari Lahir di Tanggal Cantik 43 Tahun Lalu

Museum Bahari Jakarta lahir di tanggal cantik, 43 tahun yang lalu. Di usianya yang ke-43, museum ini tampil molek lagi setelah musinah kebakaran.

Editor: AC Pinkan Ulaan
Warta Kota
Museum Bahari Jakarta diresmikan pada tanggal 7 Juli 1977. 

WARTA KOTA TRAVEL -- Kaum milenial saat ini pasti langsung menyebut tanggal 7 Juli 1977 sebagai tanggal cantik.

Bagaimana tidak cantik, bila format menulisnya 7-7-77 maka akan ada 4 angka 7 yang berbaris rapih dan cantik dipandang.

Geduang A dan Gedung C yang terbakar pada tahun 2016 lalu kini telah diperbaiki, dan tampak lebih cantik.
Geduang A dan Gedung C yang terbakar pada tahun 2016 lalu kini telah diperbaiki, dan tampak lebih cantik. (Waeta Kota/Junianto Hamonangan)

Namun, kurang diketahui apakah pada tahun 1977, orang-orang sudah memikirkan tanggal cantik seperti sekarang?

Yang pasti tanggal 7 Juli 1977 adalah tanggal yang dipilih Ali Sadikin, Gubernur DKI Jakarta pada saat itu, untuk meresmikan pembukaan Museum Bahari.

Entah jenderal Marinir itu melihat tanggal tersebut sebagai "lucky number 7", atau dia memang hanya punya waktu di tanggal itu 43 tahun yang lalu.

Dunia kebaharian

Museum baru itu menempati bangunan bekas gudang VOC, di mana sekitar 4 abad yang lalu merupakan gudang tempat menyimpan, memilih, dan mengepak hasil bumi Nusantara seperti rempah-rempah, untuk dibawa ke Belanda.

Maka, dari sejak diresmikan sampai sekaran, museum yang berada di Jalan Pasar Ikan, Penjaringan, Jakarta Utara itu menyimpan koleksi berbagai benda yang berhubungan erat dengan dunia kebaharian, khususnya di pesisir Jakarta.

Kepala Unit Pengelola Museum Kebaharian Jakarta, Berkah Shadaya, saat perayaan ulang tahun Museum Bahari Jakarta ke-43, Selasa (7/7/2020).
Kepala Unit Pengelola Museum Kebaharian Jakarta, Berkah Shadaya, saat perayaan ulang tahun Museum Bahari Jakarta ke-43, Selasa (7/7/2020). (Warta Kota/Junianto Hamonangan)

Terbakar

Sayangnya, Museum Bahari Jakarta terbakar pada 16 Januari 2018 silam, dan kobaran api menghanguskan bangunan beserta isinya. Sebagian Gedung A dan Gedung C Museum Bahari Jakarta benar-benar hangus terbakar.

Waktu pun berjalan, kini kedua gedung tersebut sudah berdiri kembali seperti semula, malah terlihat lebih ciamik setelah menjalani renovasi.

Kepala Unit Pengelola Museum Kebaharian Jakarta, Berkah Shadaya, menyatakan dua gedung itu rampung direnovasi sejak akhir tahun lalu.

"Kebetulan belum ada serah terima dari pelaksana proyek kemarin. Namun dalam waktu dekat akan ada serah terima ke Dinas (Kebudayaan DKI Jakarta)," kata Berkah, Selasa (7/7/2020).

Pasalnya, enam bulan pertama sejak rampungnya renovasi masih jadi kewajiban pelaksana proyek.

Setelah tidak ada masalah, baru diserah terimakan ke Dinas Kebudayaan, dan digunakan kembali sebagai museum.

"Jadi masih tanggung jawab mereka, belum diserahkan ke dinas. Dari dinas baru diserahkan ke kita untuk dimanfaatkan," ujar Berkah.

Ulang tahun yang sepi

Hari ini, meski sedang berulang tahun ke-43, suasana Museum Bahari Jakarta sepi pengunjung.

Namun hal ini tak mengherankan, sebab obyek wisata lainnya di Jakarta juga masih sepi pengunjung, gara-gara pandemi Covid-19. Apalagi DKI Jakarta masih memberlakukan masa PSBB transisi.

"Pas ada pandemi (pengunjung) jauh berkurang. Awalnya kisaran 30-80 orang per hari, sekarang jauh di bawah angka itu," kata Berkah.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved