Membuat Paspor Secara Kolektif Lewat Layanan Eazy Passport

Direktoran Jenderal Imigrasi cegah kerumunan pemohon paspor dengan program Eazy Passport. Pembuatan paspor kolektif bagi komunitas masyarakat.

Editor: AC Pinkan Ulaan
Warta Kota/Desy Selviany
Petugas imigrasi melayani pembuatan paspor di program Eazy Passport di Kantor Pos Daan Mogot, Jakarta Barat, Selasa (7/7/2020). 

WARTA KOTA TRAVEL -- Salah satu butir dalam protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19 adalah mencegah kerumunan orang.

Karena itulah Kantor Imigrasi I Khusus Jakarta Barat mempunyai cara yang unik, untuk menghindari terjadinya antrean orang yang ingin membuat paspor di kantor mereka.

Bukan dengan membuat rambu dan marka, melainkan mendatangi rumah atau kantor pemohon paspor, dan melakukan seluruh proses pembuatan paspor di sana.

Nama cara yang unik itu adalah Eazy Passport.

Jemput bola

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non-TPI Jakarta Barat, Novianto Sulastono, menjelaskan bahwa program Eazy Passport adalah inovasi Dirjen Imigrasi, Jhoni Ginting, di tengah Pandemi Covid-19.

"Di masa pandemi ini kami memberikan kemudahan kepada pemohon paspor, yakni kami mendatangi mereka baik di kantor, perumahan, atau komunitas," kata Novianto, ketika ditemui di Kantor Pos Daan Mogot, Grogolpetamburan, Jakarta Barat, Selasa (7/7/2020).

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non-TPI Jakarta Barat, Novianto Sulastono, saat pelaksanaan Eazy Passport di Kantor Pos Daan Mogot, Jakarta Barat, Selasa (7/7/2020).
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non-TPI Jakarta Barat, Novianto Sulastono, saat pelaksanaan Eazy Passport di Kantor Pos Daan Mogot, Jakarta Barat, Selasa (7/7/2020). (Warta Kota/Desy Selviany)

Kantor Pos Daan Mogot menjadi lokasi pertama pelaksanaan layanan Eazy Passport ini, di Jakarta Barat.

Karyawan Kantor Pos, keluarga karyawan, dan relasi karyawan kantor pos pun memanfaatkan layanan ini tadi pagi.

Layanan ini dimulai pukul 09.00, dan dilaksanakan di lantai dua Kantor Pos Daan Mogot.

Terlihat empat petugas Imigrasi yang melayani pembuatan paspor, layaknya di kantor imigrasi.

Ada petugas yang menerima berkas dan memeriksa kelengkapan dokumen yang diminta.

Lalu tiga petugas lainnya memproses data pemohon, mengambil sidik jari dengan mesin, serta mengambil foto pemohon.

Petugas yang datang ke Kantor Pos itu semuanya bekerja mengenakan masker dan face shield.

"Jadi masyarakat yang khawatir dengan Pandemi Covid-19, dan enggan ke kantor imigrasi, maka kami siap jemput bola," kata Novianto.

Setelah Kantor Pos Daan Mogot, pihak Imigrasi Kelas I Khusus Jakarta Barat sudah punya jadwal menyelenggarakan Eazy Passport di Kantor Bank Mandiri, Kota Tua, yang berada di Kecamatan Tamansari, Jakarta Barat.

Seluruh Indonesia

Novianto mempersilakan warga Jakarta Barat untuk mengajukan permohonan layanan Eazy Passport ke kantornya.

Layanan ini juga diselenggarakan kantor imigrasi lainnya, sehingga komunitas warga Jakarta yang tidak tinggal di Jakarta Barat bisa mengajukan permohonan Eazy Passport di kantor imigrasi wilayahnya

Syaratnya, menurut Novianto, minimal pemohon berjumlah 50 orang.

"Kalau maksimal tidak ada. Namun, misalnya mencapai 100 pemohon, kemungkinan nanti akan kami bagi waktunya," ujar Novianto.

Yang pasti, peserta program Eazy Passport ini tak perlu berburu kuota antrean paspor, yang cukup sulit diperoleh.

Tak ada tambahan biaya

Novianto memastikan layanan Eazy Passport ini tidak dikenakan biaya tambahan. Artinya, pemohon hanya membayar sesuai dengan tarif pembuatan paspor.

Menurut laman resmi Direktoran Jenderal Imigrasi, biaya pembuatan paspor biasa 48 halaman sebesar Rp 350.000.

Sementara tarif pembuatan paspor elektronik 48 halaman sebesar Rp 650.000.

Pemohon yang ingin paspornya selesai di hari yang sama, ada biaya tambahan Rp 1 juta. Maka untuk paspor biasa menjadi Rp 1,35 juta, dan paspor elektronik menjadi Rp 1,65 juta.

Layanan percepatan ini juga bisa dilakukan di program Eazy Passport, asal pemohon melakukan pembayaran pembuatan paspor sebelum pukul 13.00 pada hari itu.

Program Eazy Passport kemungkinan hanya akan berlangsung selama Pandemi Covid-19. (Desy Selviany)

Jangan Masukan Paspor di Tas Bagasi Kabin

Indonesia Belum Masuk Daftar Aman Uni Eropa

Ini Penyebab Masyarakat Tangerang Sering Kehabisan Kuota Pendaftaran Online Pembuatan Paspor

Sumber: Warta Kota

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved