Indonesia Belum Masuk "Daftar Aman" Uni Eropa

Warga Negara Indonesia belum diterima di Eropa, sebab Indonesia belum masuk Daftar Aman-nya Uni Eropa.

Penulis: AC Pinkan Ulaan
Editor: AC Pinkan Ulaan
Warta Kota/Anastasia C Pingkan
Monitor yang berisi informasi kebernangkatan di stasiun kereta api Atocha di Madrid, Spanyol. 

WARTA KOTA TRAVEL -- Warga Negara Indonesia (WNI) yang ingin liburan ke Eropa pada bulan-bulan ini, sebaiknya urungkan dulu rencana itu.

Sebagaimana dilansir laman Schengen Visa Info sejumlah negara Eropa yang sering menjadi destinasi WNI belum memasukkan Indonesia ke daftar negara yang diperbolehkan datang berkunjung di masa pandemi Covid-19 ini.

Pintu masuk ke stasiun kereta bawah tanah di dekat Stadion Santiago Bernabeu, Madrid, yang merupakan kandang klub sepak bola Real Madrid, di Madrid, Spanyol.
Pintu masuk ke stasiun kereta bawah tanah di dekat Stadion Santiago Bernabeu, Madrid, yang merupakan kandang klub sepak bola Real Madrid, di Madrid, Spanyol. (Warta Kota/AC Pingkan)

Beberapa negara Eropa, seperti Italia dan Spanyol, memang sudah membuka perbatasan mereka kembali, dan siap menerima pengunjung yang akan berlibur di musim panas.

Namun mereka masih membatasi pengunjung dari negara di luar Eropa, dan Indonesia tidak termasuk negara yang sudah diperbolehkan datang.

Daftar Aman

Negara-negara seperti Spanyol di Italia ini berpegang kepada keputusan pejabat Uni Eropa, yang mengumumkan daftar negara di luar benua Eropa yang diperbolehkan berkunjung ke negara-negara anggota mereka, mulai 1 Juli kemarin.

Mereka menyebut daftar itu dengan nama "Daftar Aman".

Negara-negara di Daftar Aman tersebut adalah Aljazair, Australia, Kanada, Georgia, Jepang, Montenegro, Maroko, Selandia Baru, Rwanda, Serbia, Korea Selatan, Thailand, Tunisia, dan Uruguay.

Ke-14 negara tersebut dianggap berhasil menangani masalah pandemi Covid-19, sehingga warganya diyakini tak akan membawa virus saat datang ke tanah Eropa.

Warga Tiongkok sebenarnya juga sudah boleh datang, namun pihak Uni Eropa masih menunggu keputusan dari Beijing soal pembukaan perbatasan mereka bagi warga negara Uni Eropa.

Resiprokal

Daftar itu hanya sebagai panduan bagi negara-negara anggota Uni Eropa, karena pelaksanaannya tergantung kebijakan negara masing-masing.

Misalnya saja, Spanyol hanya mengizinkan warga dari 12 negara di daftar tersebut, sebab mereka belum mengizinkan warga Tiongkok, Maroko, dan Aljazair untuk masuk Spanyol.

Menurut siaran pers dari kantor Perdana Menteri Spanyol, mereka menunggu keputusan Tiongkok, Aljazair, dan Maroko untuk mengizinkan warga Spanyol berkunjung ke negara tersebut.

"Pembukaan kembali perbatasan bagi tiga negara ini bergantung pada aksi resiprokal mereka membuka perbatasan bagi warga Spanyol," tertulis dalam siaran pers itu.

Karantina mandiri

Sementara Italia membuka pintunya bagi warga 14 negara tersebut, namun mengharuskan para pengunjung untuk melakukan karantina mandiri.

"Kami akan sangat hati-hati berkaitan masalah virus corona ini. Jangan sampai pengorbanan warga Italia selama berbulan-bulan kemarin sia-sia," kata Roberto Speranza, Menteri Kesehatan Italia.

Pengecualian

Meski daftar Uni Eropa itu hanya berisi 14 negara, namun mereka juga memiliki pengecualian. Misalnya bagi pelaut atau awak pesawat yang berpaspor di luar 14 negara tersebut, yang karena pekerjaan harus masuk wilayah Uni Eropa.

Pasien dari negara yang tak termasuk 14 negara tersebut, yang harus berobat ke rumah sakit di wilayah Eropa, juga diperbolehkan masuk. Tentu saja pasien itu memiliki kondisi yang sangat darurat.

Revisi

Pihak Uni Eropa akan meninjau kembali Daftar Aman tersebut setiap dua pekan sekali.

Mereka akan merevisi Daftar Aman itu, tergantung dari situasi wabah Covid-19 di masing-masing negara.

Kalau itu syaratnya, rasanya masih cukup lama Indonesia bisa masuk Daftar Aman Uni Eropa itu.

Tidak semua negara di Eropa sudah menerima pendatang lagi. Bahkan Pemerintah Hongaria menilai para pemimpin Uni Eropa terburu-buru dengan pembukaan perbatasan itu.

Sementara Swedia belum akan membuka perbatasan mereka, karena akan memantau situasi dulu sampai 31 Agustus 2020.

Penumpang Kelas Ekonomi Qatar Airways Wajib Kenakan Face Shield

Jangan Lupa Mengurus SIKM Sebelum ke Jakarta

Risiko Tertular Virus di Pesawat Lebih Kecil Dibandingkan di KA dan Kapal Pesiar

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved