Indonesia Belum Masuk "Daftar Aman" Uni Eropa

Warga Negara Indonesia belum diterima di Eropa, sebab Indonesia belum masuk Daftar Aman-nya Uni Eropa.

Penulis: AC Pinkan Ulaan
Editor: AC Pinkan Ulaan
Warta Kota/Anastasia C Pingkan
Monitor yang berisi informasi kebernangkatan di stasiun kereta api Atocha di Madrid, Spanyol. 

Resiprokal

Daftar itu hanya sebagai panduan bagi negara-negara anggota Uni Eropa, karena pelaksanaannya tergantung kebijakan negara masing-masing.

Misalnya saja, Spanyol hanya mengizinkan warga dari 12 negara di daftar tersebut, sebab mereka belum mengizinkan warga Tiongkok, Maroko, dan Aljazair untuk masuk Spanyol.

Menurut siaran pers dari kantor Perdana Menteri Spanyol, mereka menunggu keputusan Tiongkok, Aljazair, dan Maroko untuk mengizinkan warga Spanyol berkunjung ke negara tersebut.

"Pembukaan kembali perbatasan bagi tiga negara ini bergantung pada aksi resiprokal mereka membuka perbatasan bagi warga Spanyol," tertulis dalam siaran pers itu.

Karantina mandiri

Sementara Italia membuka pintunya bagi warga 14 negara tersebut, namun mengharuskan para pengunjung untuk melakukan karantina mandiri.

"Kami akan sangat hati-hati berkaitan masalah virus corona ini. Jangan sampai pengorbanan warga Italia selama berbulan-bulan kemarin sia-sia," kata Roberto Speranza, Menteri Kesehatan Italia.

Pengecualian

Meski daftar Uni Eropa itu hanya berisi 14 negara, namun mereka juga memiliki pengecualian. Misalnya bagi pelaut atau awak pesawat yang berpaspor di luar 14 negara tersebut, yang karena pekerjaan harus masuk wilayah Uni Eropa.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved