New Normal

Penumpang Kelas Ekonomi Qatar Airways Wajib Kenakan Face Shield

Qatar Airways mewajibkan penumpang kelas ekonomi mengenakan face shield, selama penerbangan.

Penulis: AC Pinkan Ulaan
Editor: AC Pinkan Ulaan
Instagram/qatarairways
Pesawang Boeing 777 Qatar Airways. 

WARTA KOTA TRAVEL -- Qatar Airways memberlakukan aturan baru bagi penumpang kelas ekonomi mereka.

Selain mengenakan masker medis, para penumpang juga harus mengenakan face shield selama penerbangan.

Untungnya, penumpang tak harus membeli sendiri alat pelindung wajah (face shield) itu, sebab pihak Qatar sudah menyediakannya.

Sebagaimana diwartakan Daily Mail, pihak Qatar akan membagikan face shield saat para penumpang melakukan check-in, atau menjelang pintu masuk pesawat.

Aturan ini hanya berlaku untuk penumpang kelas ekonomi, mengingat formasi kursi yang saling berdekatan.

Sementara penumpang kelas bisnis dibebaskan dari aturan ini, sebab tempat duduk di kelas tersebut sudah berjauhan satu sama lain.

"Pada saat masuk dan keluar pesawat, semua penumpang wajib mengenakan masker dan face shield," kata pihak Qatar dalam siaran pers.

Dua ukuran

Qatar menyiapkan dua ukuran face shield, yakni dewasa dan anak-anak.

Desain face shield untuk anak-anak lebih menarik, karena ada gambar Kamil, nama mascot Oryx Kids Club. Maklum, anak-anak membutuhkan sesuatu yang menarik agar mereka tertarik mengenakan benda itu selama penerbangan.

Pihak Qatar juga menyatakan mereka meminta kerja sama dari para orangtua, agar anak-anaknya mau mengenakan face shield selama penerbangan.

Namun, anak-anak usia di bawah 2 tahun tak diwajibkan mengenakan face shield atau masker.

Hand sanitizer

Selain membagikan face shield, Qatar juga membagikan masker medis, sarung tangan lateks, dan hand sanitizer,

Benda-benda tersebut dikemas dalam paket dari plastik yang tertutup rapat, dna menjadi tambahan selain dompet kain yang memang menjadi fasilitas bagi seluruh penumpang Qatar.

Qatar, dan beberapa maskapai penerbangan, selalu membagaikan dompet kain yang berisi penutup mata, penyumbat telinga, dan kaos kaki, untuk menambah kenyamanan penumpang dalam penerbangan jarak jauh.

"Selama masa pandemi Covid-19, keselamatan penumpang adalah prioritas utama kami. Dengan aturan keselamatan baru dalam penerbangan ini, serta standar higienis baru yang kami terapkan, para penumpang dapat mengandalkan kami dalam hal keselamatan. Karena kami akan membawa mereka tiba dengan selamat di tempat tujuan," kata CEO Qatar Airways, Akbar Al Baker, dalam siaran pers yang dikutip Daily Mail.

Pelatihan awak kabin

Awak kabin Qatar juga mendapat "seragam" baru untuk dikenakan selama penerbangan, yakni gaun alat pelindung diri seklai pakai, kaca mata keselamatan, sarung tangan, serta masker.

Menurut Al Baker, para awak kabin telah mendapat pelatihan cara melayani penumpang seefisien mungkin, sehingga meminimalkan kontak manusia untuk mencegah penyebaran virus.

Gara-gara pandemi ini, penganan untuk enumpang kelas bisnis tak lagi disajikan terbuka ala restoran mewah.

Makanan tersebut disajikan tertutup menggunakan baki, seperti model penyajikan makanan untuk penumpang kelas ekonomi.

Sementara untuk kelas ekonomi, model penyajian akan tetap seperti biasanya.

Sterilisasi di Bandara Hamad

Saat penumpang berada di Hamad International Airport di Doha untuk transit, harus mematuhi aturan menjaga jarak dengan orang lain.

Para penumpang juga tak perlu khawatir saat berada di bandara tersebut, sebab otoritas bandara melakukan pembersihan dengan disinfektan setiap 10 sampai 15 menit sekali.

Boarding gate dan bus yang membawa penumpang dibersihkan setiap selesai dlewati dan mengangkut penumpang sebuah penerbangan.

Kini Qatar Airways kembali terbang ke Denpasar, Bali, sejak 1 Juli 2020.

Sementara untuk penerbangan ke Jakarta akan kembali ke 11 penerbangan per minggu, mulai tanggal 7 Juli 2020.

Saat ini Qatar sudah membuka 7 kali penerbnagan per minggu ke Jakarta.

Pihak Qatar mengingatkan kepada para penumpang, agar tiba di Bandara minimal tiga jam sebelum keberangkatan, karena saat ini proses check-in sampai masuk pesawat memakan waktu lebih lama dari biasanya, karena ada pemeriksaan berlapis.

Risiko Tertular Virus di Pesawat Lebih Kecil Dibandingkan di KA dan Kapal Pesiar

Dengan Tagar TakingYouHome, Qatar Airways Operasikan 150 Pesawat ke 70 Destinasi

Higienitas dan Protokol Kesehatan Menjadi Tuntutan Konsumen Kepada Industri Pariwisata

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved