Higienitas dan Protokol Kesehatan Menjadi Tuntutan Konsumen Kepada Industri Pariwisata

Higienitas dan penerapan protokol kesehatan akan menjadi pertimbangan kalangan pebisnis memilih akomodasi dan transportasi, dalam perjalanan bisnis.

kemenparekraf.go.id
Menparekraf Wishnutama Kusubandio tampak memperhatikan proses penerimaan tamu di sebuah hotel. Terlihat ada jarak cukup besar antara tamu di depan meja resepsionis dengan tamu berikutnya. Besar kemungkinan jarak antarmanusia ini akan menjadi new normal di sektor perhotelan. 

WARTA KOTA TRAVEL -- Pandemi Covid-19 benar-benar mengubah tuntutan konsumen kepada industri pariwisata.

Kini tidak hanya pengalaman menyenangkan dan layanan yang ramah yang diinginkan konsumen, tapi juga rasa aman dari segala virus dan kuman penyakit.

Hand sanitizer disediakan di 27 titik hotel Highland Park Resort.
Hand sanitizer disediakan di 27 titik hotel Highland Park Resort. (Istimewa/Highland Park Resort)

"Keselamatan kini adalah sumber loyalitas baru, dan konsumen akan memilih merek yang memprioritaskan kesehatan mereka," kata Jennie Blumenthal, seorang pakar bidang travel, transportasi, dan hospitality di firma konsultan PwC, yand dikutip oleh CN Traveler.

Maka, pelaku industri wisata yang menerapkan standar sanitasi dan higienitas yang tinggi akan menjadi pilihan konsumen.

Paling meyakinkan

Pernyataan serupa juga diutarakan Charuta Fadnis, senior vice president research di Phocuswright, sebuah lembaga analisis industri wisata.

Katanya, pihak perusahaan memperhatikan unsur kesehatan karyawannya yang melakukan perjalanan bisnis. Karena itu mereka akan mempertimbangkan penyedia jasa akomodasi dan transportasi yang mempraktikkan protokol kesehatan.

"Yang menjadi pilihan adalah penyedia jasa yang program kebersihan dan pembatasan jaraknya paling meyakinkan," ujar Fadnis.

Masalah keselamatan dan kesehatan karyawan ini bahkan termasuk yang diperhitungkan dalam menyusun biaya perjalanan bisnis, karena sudah pasti membengkak.

Karantina 14 hari

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: AC Pinkan Ulaan
Editor: AC Pinkan Ulaan
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved