Aktivitas Perjalanan Bisnis Mulai Meningkat, Peluang bagi Industri Hotel dan Transportasi

Aktivitas perjalanan bisnis bisa menyelamatkan industri perhotelan dan transportasi setelah dihajar pandemi Covid-19.

Penulis: AC Pinkan Ulaan
Editor: AC Pinkan Ulaan
Pexels.com/mentatdgt
Ilustrasi 

Sebelum pandemi, menurut Certify, sebuah perusahaan penyedia aplikasi laporan keuangan dan perjalanan, terjadi 445 juta perjalanan bisnis setiap tahun.

Nilainya mencapai 251 miliar dolar AS, atau sekitar Rp 3.600 triliun. Tak diketahui berapa persen dari jumlah itu yang dinikmati industri perjalanan di Indonesia.

Sementara, menurut studi yang dilakukan Oxford Economics menyebutkan, setiap 1 dolar AS yang diinvestasikan untuk perjalanan bisnis akan menghasilkan pemasukan 12,5 dolar AS.

Hal ini menunjukkan bahwa perjalanan bisnis sangat perlu di dunia usaha, sehingga perjalanan bisnis akan dilakukan kembali secepatnya begitu kondisi memungkinkan.

Bahkan menurut CN, beberapa pebisnis yang mereka wawancara menyatakan sudah tak sabar melakukan pertemuan di dunia nyata, karena pertemuan secara virtual, melalui Zoom atau aplikasi konferensi jarak jauh lainnya, tak memenuhi ekspektasi mereka.

Kata mereka, membicarakan akuisisi dan koalisi bisnis bernilai jutaan dolar AS tak nyaman dilakukan secara virtual.

Kabar ini tentu serasa angin segar bagi sektor perhotelan dan transportasi, terutama yang berada di kota-kota pusat bisnis.

Risiko Tertular Virus di Pesawat Lebih Kecil Dibandingkan di KA dan Kapal Pesiar

KA Bandara Beroperasi Kembali pada 1 Juli 2020

7 Aturan yang Harus Dilakukan oleh Calon Penumpang Lion Air Group

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved